Ilustrasi.
Ilustrasi.

Penggunaan Dana Desa di Minahasa Disorot

TONDANO, publikreport.com – Sejumlah komponen masyarakat kabupaten Minahasa mengkritisi para Hukum Tua (Kumtua) dan pihak terkait lainnya dalam hal penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Kami banyak menemukan pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa yang asal jadi. Ada beberapa desa di Tanawangko yang jelas bermasalah, tapi pihak pemeriksa tidak melaporkan temuan. Contoh di sekitar Pasar Borgo banyak yang terkesan dikerjakan asal-asal,” kata Jimmy Nangin, warga Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Yang kerjakan perangkat desa. Yang awasi dari kecamatan. Kami menduga mereka ada main mata,” sambung Jimmy yang juga merupakan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Hal senda juga dikemukakan Rendy Ngantung, warga Desa Lolah I, Kecamatan Tombariri Timur.

Di desa ini harusnya sudah ada temuan dari inspektorat. Contoh pekerjaan rabat beton atau drainase yang sangat asal jadi. Tapi mana kalau ada reaksi dari pemeriksa,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pengelola Dana Desa, Wagub: Jangan Pikir Keuntungan Pribadi

BACA JUGA: Hukum Tua Harus Pahami Substansi Dana Desa

Dinas Pembardayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Minahasa, saat dikonfirmasi menjelaskan, pada tahun 2018 mereka tidak mendapaktan laporan adanya pelanggaran penggunaan Dana Desa.

Tapi supaya jelas, silahkan ditanyakan pada Inspektorat,” kata Sekretaris DPMPD Kabupaten Minahasa, Ronald Rundengan.

Leave a Reply