Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. Foto: Wikimedia Commons/Arief Rahman Saan [Ezagren]/Own work/Creative Commons/Pubic domain)
Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. Foto: Wikimedia Commons/Arief Rahman Saan [Ezagren]/Own work/Creative Commons/Pubic domain)

Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara, Wilayah Ini Kandidat Kuat?

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur [Kaltim], untuk meninjau lokasi yang akan menjadi alternatif ibu kota negara yang baru, Selasa 07 Mei 2019.

Jokowi langsung menuju kawasan Bukit Soeharto yang berada di area taman hutan raya [tahura] di Jalan Poros Balikpapan-Samarinda. Sesuai usulan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, tahura ini dinilai sangat layak menjadi kandidat kuat pengganti ibu kota negara lantaran berada di antara Kota Balikpapan dan Samarinda. Insfratruktur memadai juga sudah tersedia di lokasi yang ditunjuk.

Jokowi menyebut, kawasan tahura, Kaltim, layak menjadi Ibu Kota Negara Indonesia. Ditinjau dari segi insfratruktur, tahura merupakan paket lengkap dan mudah dijangkau. Letaknya sudah dilalui jalan tol dari Balikpapan ke Samarinda, yakni dua kota yang masing-masing sudah memiliki bandar udara dan pelabuhan laut.

Kawasan yang diusulkan Kaltim ini, sudah layak menjadi alternatif ibu kota negara. Dari segi infrastruktur sudah mendukung, ada bandara dan ada pelabuhan laut,” katanya.

Meski demikian, Jokowi tidak lantas menyetujui tahura sebagai kandidat terkuat. Menurutnya, harus ada persiapan matang untuk pemindahan ibu negara. Tidak saja dari kelengkapan infrastruktur tapi juga segi lingkungan, sosial-politik, kebutuhan air, kebencanaan, dan lain-lain.

Selain Kaltim, juga ada Kalimantan Tengah yang sudah mengajukan kawasan alternatif pengganti ibu kota. Semua aspek dilihat dulu, kemudian baru ditentukan pilihan,” jelasnya.

Rencana ini disambut baik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wakil Gubenur Kaltim, Hadi Mulyadi, yang mendampingi Jokowi, menyatakan terima kasih kepada Presiden karena telah melirik Kaltim sebagai salah satu kandidat untuk menggantikan Jakarta. “Tinggal menanti keputusan Presiden saja,” jelasnya.

Ketua DPRD Kaltim, M Sahrun dan Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, yang turut meninjau lokasi bersama Jokowi, merespon baik harapan tersebut. Rizal mengatakan, ketika Kaltim diusulkan menjadi salah satu calon ibu kota negara, tentu sudah dengan berbagai pertimbangan. Balikpapan harus siap menyokong alokasi lahan, sebab kebijakan Pemprov Kaltim itu sendiri.

Infrastruktur sudah ada. Seperti Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, juga pelabuhan laut dan jalan tol. Lahannya juga ada,” katanya.

Tahura adalah hutan konservasi

Terlepas dari usulan Gubernur Kaltim, Tahura Bukit Soeharto merupakan hutan konservasi yang tergerus. Hutan ini hanya terlihat rimbun di pinggir, sementara bagian tengah, telah gundul.

Leave a Reply