Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tomohon dan Minsel Berebut Ketua Golkar Sulut

POLITIK

MANADO, publikreport.com – Partai Golongan Karya (Golkar) sempat berjaya di Sulawesi Utara (Sulut). Kejayaan ini mulai meredup. Sejumlah kader partai berlambang pohon beringin rindang berharap kejayaan itu dapat dikembalikan lewat figur yang tepat dalam memimpin.

Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar apakah akan dilaksanakan tahun ini atau tahun depan, harus menghasilkan figur yang mampu membesarkan partai alias mengembalikan kejayaan Partai Golkar yang sempat menang di Sulut,” kata salah satu kader Partai Golkar saat berbincang dengan publikreport.com, belum lama ini.

Figur yang dianggap layak untuk memimpin Partai Golkar Sulut, menurutnya adalah Jimmy Feidie Eman, Adrian Jopie Paruntu, James Arthur Kojongian, Christiany Eugenia Paruntu, Miky Junita Linda Wenur, Careig Naichel Runtu dan sejumlah kader lainnya yang masih menjabat sebagai wakil kepala daerah atau pimpinan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) di kota/kabupaten Sulut. Dari nama-nama yang dianggapnya merupakan kader terbaik, namun satu nama disebut yang paling layak.

Saya kira Jimmy Feidie Eman yang saat ini adalah Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tomohon paling layak memimpin Golkar Sulut. Dia yang juga adalah Walikota Tomohon berhasil membesarkan Partai Golkar dengan meraup 10 kursi di DPRD Tomohon. Sudah saatnya Jimmy menggantikan Tetty (Christiany Eugenia Paruntu) sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut,” nilainya.

BACA JUGA: Lodewijk F Paulus Jadi Sekjen Golkar

BACA JUGA: Tetty Targetkan Golkar Menang Pemilu 2018 & 2019

Meski dianggap paling layak karena berhasil membesarkan Partai Golkar di Tomohon, Jimmy Feidie Eman untuk menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, bukan merupakan jalan mulus. Menurutnya, banyak tantangan dan dinamika yang akan dihadapi.

Musda adalah forum demokrasi, banyak dinamikanya. Bukan hal mudah untuk bisa menjadi Ketua DPD I. Selain prestasi, juga harus mencitrakan diri, menyakinkan pada para Ketua DPD II, organisasi saya, organisasi pendiri dan yang didirikan maupun hingga ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Terutama mereka yang merupakan votters pada Musda nanti,” jelasnya.

Leave a Reply