Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tangkal Hoaks, Perkuat Literasi Digital

YOGYAKARTA, publikreport.com – Internet kerap diibaratkan pisau bermata dua. Satu sisi memberikan dampak positif, namun di sisi lain memberikan dampak negatif. Salah satu penyebab dampak negatif penggunaan internet yakni menjadi lahan penyebaran informasi hoaks.

Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK), Nyoman Shuida mengatakan untuk meluruskan informasi tidak benar dan memperkuat informasi positif dengan literasi.

“Penyebaran informasi positif harus diikuti dengan penguatan literasi digital bagi para warga internet. Semua pihak perlu bersinergi untuk mewujudkannya,” jelasnya saat pada gathering positif bermedia sosial di Yogyakarta, Senin 20 Mei 2019.

Senada dengan Nyoman Shuida, Staf Ahli Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tri Mulyono mengatakan internet diibaratkan rimba belantara informasi yang berisi informasi positif dan negatif. Oleh karena itu, perlu upaya untuk mengoptimalkan media sosial menjadi media informasi, komunikasi, bisnis, edukasi, kegiatan positif, dan produktif untuk semua elemen masyarakat.

BACA JUGA: Ketua AMSI: Hoax Dapat Menghancurkan Peradaban

BACA JUGA: Identifikasi Kominfo, Tiap Bulan Konten Hoax Naik

Gathering Positif Bermedia Sosial yang digagas oleh KemenkoPMK ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengguna media sosial yang positif, kreatif, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda dapat menularkan cara bermedia sosial yang baik kepada teman dan lingkungannya untuk pembangunan dan penguatan kebangsaan Indonesia,

Berbeda dengan kegiatan Gathering Positif Bermedia Sosial yang sudah dilaksanakan sebelumnya, acara gathering kali ini dikombinasikan dengan pembangunan karakter berbasis budaya melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional yang ada di Desa Pulesari, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu fokus dari program Gerakan Indonesia Mandiri, yaitu peningkatan apresiasi seni, kreativitas karya, dan warisan budaya.

Leave a Reply