Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kejujuran Membangun

Dalam era keterbukaan sekarang ini sudah selayaknya para pelaksana APBD tidak menutup-nutupi besaran uang rakyat yang dikelolanya. Banyak pihak berharap para pelaksana itu dapat memampang APBD di area-area yang mudah diakses publik. Dengan adanya keterbukaan anggaran banyak pihak menilai akan mengurangi terjadinya kongkalingkong terkati penggunaan uang rakyat itu.

Agar keterbukaan ini dapat terealisasi tentunya masyarakat melalui LSM, akademisi dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) lainnya, maupun wakil rakyat (DPRD) dan lembaga penegak hukum dapat terus mendorong dan mengawalnya. Bukannya, keterbukaan hanya menjadi lips services.

Pihak ketiga (kontraktor dan lain-lain) mendapatkan pekerjaan (proyek) dari uang rakyat (APBD) juga harus diawasi agar pekerjaan benar-benar sesuai. Karena sudah menjadi rahasia umum, pihak ketiga ada yang bermasalah hukum karena pekerjaan yang tidak selesai, asal-asalan, TGR (Tuntutan Ganti Rugi) hingga yang berujung pada urusan hukum (ada yang harus mendekam di sel tahanan lembaga pemasyarakatan).

Kerap proyek, pengadaan yang bersumber dari uang rakyat (APBD) menjadi bermasalah karena diduga ada kongkalingkong saat proses lelang. Pemenang adalah orang dekat, para pembisik, keluarga, kader satu partai politik atau koalisi parpol – yang turut memenangkan Pilkada -, adanya calo/makelar hingga permintaan komisi. Jatah-jatahan ‘kue’ APBD seakan memupus harapan publik untuk mendapatkan infra dan suprastruktur yang baik dan nyaman. Rakyat selalu menjadi korban, padahal APBD adalah uang rakyat.

Pemimpin (kepala daerah) dan orang dekat disekelilingnya harus benar-benar berpihak kepada rakyat, bukan kepada kroni. Siapapun pemimpin yang mengelola uang rakyat (APBD) adalah pemimpin yang dipilih rakyat (dengan suara terbanyak). Hebatnya lagi sang pemimpin dan para pembantunya (pejabat eselon) juga adalah tokoh masyarakat/agama, sehingga kejujuran dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan semoga selalu menjadi terdepan dan diutamakan. ***

Leave a Reply