Kondisi di Perum Tomohon Griya Permai (PT Sutam Agung) yang berada div Lingkungan V, Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). (foto: publikreport.com)
Kondisi di Perum Tomohon Griya Permai (PT Sutam Agung) yang berada div Lingkungan V, Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). (foto: publikreport.com)

Penghuni Perum Tomohon Griya Permai Ancam Proses Hukum Developer

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Developer (pengembang) Perum (Perumahan Umum) Tomohon Griya Permai, Kayawu terus dikejar konsumennya. Pasalnya, PT Sutam Agung selaku pengembang diduga telah mengabaikan kewajiban terhadap para konsumen mereka di Perum Tomohon Griya Permai yang berlokasi di jalan antara Kelurahan Wailan dan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Fasilitas umum sesuai site plan sejak transaksi pada sekitar 7 tahun lalu seakan ‘dilupakan’ pihak pengembang.

“Secara umum, fasilitas yang tertera dalam perjanjian antara developer dan kami selaku konsumen tidak dipenuhi. Diantaranya, developer tidak membuat jalan, tidak membuat drainase dan cukup lama kami tidak mendapatkan air bersih dari jaringan yang disiapkan oleh developer,” ungkap Joy Walukow dan salah satu konsumen lainnya di perumahan itu kepada publikreport.com, Senin 03 Juni 2019.

Karena adanya wanprestasi dari pihak pengembangan, menurut Joy, banyak konsumen yang sudah menandatangani kontrak tidak menempati perumahan itu.

“Hanya sekitar 50 dari sekitar 80 unit rumah yang ditinggali,” ungkapnya.

Selaku konsumen, Joy melanjutkan, pihaknya bisa saja memproses hukum pihak pengembang. Alasannya, semua fasilitas yang akan dibangun pengembang tertuang dalam perjanjian.

Terpisah, Michael Palit menyatakan, pihak pengembang juga telah melanggar perjanjian dalam hal penyediaan listrik.

“Awal kami datang, rumah ini tidak dipasang Listrik. Terpaksa kami yang berinisiatif memasangnya. Sementara memang beberapa rumah lain sempat ada listrik yang diproses developer. Sehingga pada keluarga itu developer tinggal membayar selisih saja,” jelasnya.

Sementara dari pantauan publikreport.com di Perum yang berada di Lingkungan V, Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara nampak memprihatinkan, batu-batu dasar jalan berserakan (jalan rusak parah), kiri-kanan jalan tanpa drainase dan dominan kawasan perumahan, khususnya yang tidak dihuni ditumbuhi rumput (tidak terurus).

Dua konsumen yang bertemu publikreport.com, Jimmy Paruntu dan Jemmy Wongkar mengaku sudah melakukan berbagai upaya agar pengembang memenuhi kewajibannya.

“Pak Johny Sumolang sempat datang dan membuat surat pernyataan. Di mana dia berjanji akan menuntaskan kewajibannya 60 hari setelah tanggal 31 Januari, sebagaimana surat pernyataan. Sekarang sudah lewat 60 hari atau 2 bulan, tapi janjinya tidak ditepati. Dia sudah langgar perjanjian,” ucap Jemmy

Dalam surat pernyataan itu Jimmy Paruntu melanjutkan, Johny Sumolang menyatakan sanggup menyelesaikan pembuatan fasilitas umum, yakni jalan, saluran air, ruang terbuka hijau dan bersedia mengembalikan biaya pemasangan listrik sebesar Rp1.200.00 per unit.

“Semua itu dijanjikan akan dibangun sesuai site plan. Sayang janji developer itu sudah lewat dua bulan. Kami minta developer segera memenuhi janji, kalau tidak mau berurusan dengan hukum,” tegasnya. | JOPPY JW

Leave a Reply