Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan berujung maut di Jalan Walanda Maramis, tepatnya di depan Kantor Lurah Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 15 Juni 2019, dini hari, sekitar jam 03.0 WITA.
Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan berujung maut di Jalan Walanda Maramis, tepatnya di depan Kantor Lurah Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 15 Juni 2019, dini hari, sekitar jam 03.0 WITA.

Haris Tewas Tertikam di Depan Kantor Lurah Pinaesaan

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Lelaki MHA alias Haris (27), warga Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 15 Juni 2019, dini hari, sekitar jam 03.30 WITA, tewas dikeroyok di Jalan Walanda Maramis, tepatnya di depan Kantor Lurah Pinaesaan. Sementara dua lelaki lainnya menderita luka-luka serius. Keduanya, yakni RH alias Rico (20), warga Kelurahan Dendengan Dalam, Kecamatan Paal II, Kota Manado dan FH alias Fralen, warga Pinaesaan.

Kasus ini dalam penyelidikan, penanganan dan pengembangan lebih lanjut pihak kepolisian,” kata Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado, Inspektur Satu (Iptu) Tommi Oroh.

Kronologisnya kejadian, menurut Tommi, sekitar jam 03.00 WITA, Rico dan temannya berinisial A, berboncengan sepeda motor lalu berpapasan dengan Fralen yang memboceng perempuan berinisial G, di dekat tempat kost G, di wilayah Dendengan Dalam.

Saat akan keluar lorong atau gang, Fralen dan G dihadang oleh Rico dan A. Hal ini memicu terjadinya salah paham antara Rico dengan Fralen. Fralen lalu meminta G turun.

Fralen yang menuju Jalan Walanda Maramis Kanaka, dikejar Rico dan A hingga ke depan Lorong Las Vegas. Diduga, ada dua teman Rico lainnya yang ikut mengejar Fralen.

Di dalam lorong tersebut, Fralen bertemu dengan teman-temannya yang sedang ‘nongkrong’, lalu memberitahukan bahwa dirinya dikejar empat orang yang mengendarai sepeda motor. Fralen Cs lalu mengejar balik Rico dan tiga temannya.

Karena banyak yang mengejar, tiga teman Rico langsung ‘tancap gas’ dan meninggalkan Rico seorang diri, di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara). Rico kemudian melarikan diri ke arah Kantor Lurah Pinaesaan, namun akhirnya tertangkap oleh Fralen Cs.

Leave a Reply