Personil Kepolisian Sektor (Polsek) Sonder dipimpin Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), Inspektur Dua (Ipda) Heince Talumepa dan Unit Reserse Mobile (Resmbob) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Bima Pusung, Minggu 16 Juni 2019, sekitar pukul 19.30 WITA, menjemput dan mengamankan, lelaki berinisial DP (21), warga Desa Tincep, Kabupaten Minahasa, di Kota Bitung.
Personil Kepolisian Sektor (Polsek) Sonder dipimpin Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), Inspektur Dua (Ipda) Heince Talumepa dan Unit Reserse Mobile (Resmbob) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Bima Pusung, Minggu 16 Juni 2019, sekitar pukul 19.30 WITA, menjemput dan mengamankan, lelaki berinisial DP (21), warga Desa Tincep, Kabupaten Minahasa, di Kota Bitung.

Tikam Marlandy, DP Diamankan Polisi di Bitung

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Personil Kepolisian Sektor (Polsek) Sonder dipimpin Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), Inspektur Dua (Ipda) Heince Talumepa dan Unit Reserse Mobile (Resmbob) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Bima Pusung, Minggu 16 Juni 2019, sekitar pukul 19.30 WITA, menjemput dan mengamankan, lelaki berinisial DP (21), warga Desa Tincep, Kabupaten Minahasa, di Kota Bitung. DP diamankan karena dilaporkan diduga telah menikam Marlandy Wilar (9), warga Desa Tincep, pada Minggu 16 Juni 2019, dini hari, sekitar jam 04.30 WITA.

“Setelah dilakukan pengembangan penyelidikan didapat informasi yang akurat apabila tersangka berada di Kota Bitung. Personil kemudian melakukan pendekatan dan dialog dengan orang tua untuk menjemput tersangka dan barang bukti. Tersangka dan barang bukti kini sudah berada di Mapolsek Sonder,” kata Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Tomohon, Inspektur Satu (Iptu) Johnny Marthen Kreysen, mengutib penjelasan Kapolsek Sonder, Ipda Heince Talumepa.

Bentrok Kelompok Pemuda Tincep, Marlandy Kena Tikam

Sejak peristiwa, menurut Johnny, selain melakukan penyelidikan keberadaan tersangka, polisi juga tetap melakukan pemantauan dan antisipasi guna mencegah adanya tindakan balas dendam baik dari pihak keluarga maupun rekan-rekan korban di Desa Tincep.

“Korban masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou, Malalayang. Kepala Unit (Kanit) Reskrim sudah mendatangi korban sekaligus mengantarkan permintaan visum et repetum (VER) ke pihak rumah sakit,” jelasnya.

Tindakan Kapolsek Sonder dan tim yang melakukan penangkapan dengan pendekatan dialog dengan orang tua, mendapat apresiasi Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tomohon, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Raswin B Sirait. | TOMMY WAHANI

Leave a Reply