Prosesi penamatan anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) GMIM Pniel Kayawu yang digelar di Pantai Mangatasik, Tombariri (Tanawangko), Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis 20 Juni 2019. (foto: publikreport.com)
Prosesi penamatan anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) GMIM Pniel Kayawu yang digelar di Pantai Mangatasik, Tombariri (Tanawangko), Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis 20 Juni 2019. (foto: publikreport.com)

Prosesi Penamatan Unik TK Pniel Kayawu

PENDIDIKAN

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Prosesi penamatan anak-anak yang sudah menuntaskan masa studI tidak hanya dilakukan di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) atau umumnya kita lihat pada wisuda sarjana di perguruan tinggi. Era sekarang, proses penamatan juga dilakukan Taman Kanak-kanak (TK).

Kamis 20 Juni 2019, anak-anak TK GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa) Pniel Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar prosesi penamatan. Lokasinya bukan di sekolah, restoran atau hotel, melainkan bertempat di tepi pantai yang di Tombariri (Tanawangko), Kabupaten Minahasa, atau Pantai Mangatasik. Dipilihnya lokasi penamatan ini merupakan kesepakatan guru dan orang tua anak-anak TK GMIM Pniel Kayawu.

Kepala TK GMIM Pniel Kaywu, Susan Pangau SPd kepada publikreport.com mengatakan, dipilihnya lokasi penamatan di tepi pantai dengan maksud untuk menyatukan para murid diakhir pertemanan, se karib disekolah.

“Ini moment unik sekaligus inovasi baru dalam strategi pengajaran jelang memasuki tingkat pendidikan dasar (Sekolah Dasar),” jelasnya.

Pawai Bocah, Gambaran Cita-cita para Bocah di Tomohon

Pembina TK GMIM Pniel Kayawu, Pendeta Cicilia Roring mengaku, hal ini merupakan surprise dan sebagai bentuk kreatifitas penamatan.

“Konsep penamatan ini sangat patut diapresiasi. Tentunya kami sangat berterima kasih pada jajaran guru dan orang tua yang telah bersinergi dalam meningkatkan kualitas belajar di lembaga pendidikan yang bernaung di bawah GMIM,” ucap Cicilia yang juga merupakan Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Pniel Kayawu.

Magda Pandey-Rompis SPd mengucap syukur karena para siswa yang berjumlah lebih dari 40 orang ini telah menunjukkan prestasi yang luar biasa.

“TK Pniel salah satu yang terbaik di Kota Tomohon. Di Kecamatan Tomohon Utara jadi yang terbaik setelah menjuarai lomba koor, mewarnai/menggambar, bintang vokalia hingga gerak dan lagu,” ujarnya.

Kumelembuai Menyapa, ’Kerja Kita Prestasi Bangsa’

Salah satu orang tua anak TK GMIM Pniel Kayawu, Miss Nojeng Lolong mengaku puas dengan hasil akhir yang ditunjukkan oleh anak-anak.

“Dari beberapa pemberitaan, Kayawu disebut sebagai kelurahan ‘terkebelakang’ di Kota Tomohon. Tapi untuk TK, kita yang terbaik di seluruh Kota Tomohon,” tegasnya.

Martha Wowor, salah satu guru TK GMIM Pniel Kayawu menambahkan, peran orang tua sangat menentukan.

“Keberhasilan ini tak lepas dari kontribusi orang tua siswa. Dalam hal ini, peran dan posisi orang tua sangat menentukan dalam pendidikan diberbagai level,” katanya. | JOPPY JW

Leave a Reply