Alfrits Gaginsa (37), warga Jaga V, Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 23 Juni 2019, sekitar jam 11.00 WITA, ditemukan tidak bernyawa lagi di dalam kamar rumahnya.
Alfrits Gaginsa (37), warga Jaga V, Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 23 Juni 2019, sekitar jam 11.00 WITA, ditemukan tidak bernyawa lagi di dalam kamar rumahnya.

Alfrits Ditemukan Tak Bernyawa

AMURANG, publikreport.com – Alfrits Gaginsa (37), warga Jaga V, Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 23 Juni 2019, sekitar jam 11.00 WITA, ditemukan tidak bernyawa lagi di dalam kamar rumahnya.

Hasil pemeriksaan pihak medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Penyebab kematian diduga akibat penyakit epilepsi dan hipertensi yang diderita korban,” jelas Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Amurang, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Edi Suryanto.

Saksi Yance Mangatiku (65), kepada polisi menceritakan, Sabtu 22 Juni 2019, sekitar pukul 22.00 WITA, korban sempat bertemu dengannya dan mengeluhkan sakit pada bagian perut. Saat itu saksi menyuruh korban untuk pulang dan istirahat. Keesokan harinya, saksi tidak melihat korban. Merasa penasaran, saksi kemudian mendatangi rumah korban dan melihat pintu dapur dan pintu depan rumah dalam keadaan terkunci. Saksi berusaha memanggil korban dari luar namun tidak ada jawaban kemudian saksi berinisiatif membuka pintu depan melalui lubang jendela.

Saat masuk di dalam rumah, saksi melihat pintu kamar tidak terkunci dan korban dalam keadaan tidur telungkup. Dari pintu kamar saksi memangil-manggil korban namun korban tidak bangun. Beberapa saat kemudian saksi mengamati bahwa saat itu korban sudah tidak bernafas lagi. Melihat hal tersebut saksi memanggil orang tua korban, Marten Gaginsa (63). Marten kemudian mendatangi rumah dan melihat korban sudah meninggal dunia.

Personil piket Kepolisian Sektor (Polsek) Amurang, sudah mendatangi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kalooran Amurang.

Dari keterangan keluarga dan istrinya diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi serta hipertensi yang sering kambuh,” kata Edi. | RIO YANTO

Leave a Reply