Pendeta Ezron Susanto, Ketua Majelis Pusat (MP) GPPS. (foto: publikreport.com)
Pendeta Ezron Susanto, Ketua Majelis Pusat (MP) GPPS. (foto: publikreport.com)

GPPS Sulut Gelar Jambore, Pemerintah ‘Tutup Mata’

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Komisi Pemuda-Remaja (PRA) Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Jambore Tahunan bertempat di perkebunan yang berada di antara Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon dan Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut. Jambore Tahunan ini berlangsung sejak 26 Juni 2019 dan ditutup Ketua Majelis Pusat (MP) GPPS, Pendeta Ezron Susanto, pada Jumat 28 Juni 2019.

Ketua Panitia Pelaksana Jambore Tahunan GPPS Sulut, Pendeta Petrus Humbas kepada publikreport.com mengatakan, sejak acara pembukaaan hingga penutupan tak satupun wakil dari Pemerintah Kota Tomohon dan Pemerintah Kabupaten Minahasa yang berkenan datang, kendati telah diundang panitia.

“Kami mengundang Pemerintah Kelurahan Taratara dan Pemerintah Kota Tomohon untuk hadir pada acara pembukaan. Tapi entah kenapa mereka tidak hadir,” ungkap Petrus seraya mengatakan, padahal undangan kepada pemerintah sudah disampaikan seminggu sebelumnya.

Sepertinya Petrus menduga, Pemerintah Kota Tomohon punya agenda yang lebih penting lagi. “Mungkin Pemerintah Tomohon punya prioritas acara lain. Pemerintah Desa Ranotongkor Timur, Kabupaten Minahasa juga kami undang, tapi katanya ada acara lain. Tapi pihak Kepolisian Resort (Polres) Tomohon sudah bekerja maksimal dalam menjaga kegiatan ini,” jelasnya.

Fence Kures, salah satu warga Taratara mengaku malu dengan peristiwa ini.

“Ada apa ini. Kalau pejabat kantor walikota sibuk, kan bisa wakilkan ke camat dan lurah atau salah satu staf. Apa semua Aparatur Sipil Negara (ASN) Tomohon sibuk selama tiga hari itu,” katanya.

Sepertinya Fence menduga, ada sikap remeh terhadap komunitas gereja minoritas.

“GPPS memang jemaatnya masih sangat sedikit. Bahkan di Tomohon saya belum sempat lihat gereja GPPS, tapi harusnya pemerintah tidak menyepelekan yang minoritas,” ujarnya.

George R, salah satu pimpinan GPPS mengatakan, kemungkinan ada kesalahpengertian saja, karena lokasi pelaksanaan Jambore Tahunan memang di wilayah Kota Tomohon, tapi tuan rumahnya GPPS Elim Ranotongkor, Kabupaten Minahasa.

Aroma Korupsi Dikegiatan GPdI Sulut

Leave a Reply