Petani melihat kondisi tanah sawah yang retak akibat kekeringan di Desa Cot Trieng, Muara Satu, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Minggu, 16 Oktober 2016. (Foto: Antara)
Petani melihat kondisi tanah sawah yang retak akibat kekeringan di Desa Cot Trieng, Muara Satu, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Minggu, 16 Oktober 2016. (Foto: Antara)

Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kekeringan

JAKARTA, publikreport.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga tanggal 30 Juni 2019, terdapat potensi kekeringan meteorologis (iklim) di sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dengan kriteria panjang hingga ekstrem.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dalam siaran persnya Rabu 03 Juli 2019 mengemukakan, dari hasil analisa teridentifikasi adanya potensi kekeringan meteorologis yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain:

I. Awas (telah mengalami HTH >61 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm dalam 10 hari mendatang dengan peluang >70%), yaitu:

1. Jawa Barat (Bekasi, Karawang dan Indramayu);

2. Jawa Tengah (Karanganyar, Klaten, Magelang, Purworejo, Rembang, Semarang, Semarang, dan Wonogiri);

3. Sebagian besar Jawa Timur;

4. DIY (Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Sleman);

5. Bali (Buleleng);

6. Nusa Tenggara Timur (Sikka, Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao, Kota Kupang, dan Belu); dan

7. Nusa Tenggara Barat (Bima, Kota Bima, Lombok Timur, Sumbawa dan Sumbawa Timur).

II. Siaga (telah mengalami HTH >31 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm dalam 10 hari dengan peluang >70%), yaitu:

1. Jakarta Utara;

2. Banten (Lebak, Pandeglang, dan Tangerang).

III. Waspada (telah mengalami HTH >21 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm dalam 10 hari dengan peluang >70%), yaitu:

1. Aceh (Aceh Besar, Pidie dan Bireuen);

2. Jambi (Merangin, Batanghari dan Bengkayang);

3. Lampung (Way Kanan);

4. Kalimantan Tengah (Pulangpisau);

5. Kalimantan Barat (Bengkayang);

6. Sulawesi Selatan (Bantaeng, Selayar, dan Takalar).

Selain itu, menurut Herizal, monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan berdasarkan luasan wilayah, 37% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan 63% wilayah masih mengalami musim hujan.

Wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi Aceh bagian Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Pulau Jawa dan Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan bagian Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur bagian Selatan, Maluku, dan Papua bagian Selatan,” jelas Herizal.

Leave a Reply