Oma Bertha Lumowa (76), warga Lingkungan III, Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di depan rumah tinggalnya. Wanita lanjut usia ini mengaku tidak mendapat bantuan bedah rumah (RTLH), kendati sudah didatangi orang pemerintah yang datang memeriksa, memfoto, mendata dan mewawancarai. (foto: publikreport.com)
Oma Bertha Lumowa (76), warga Lingkungan III, Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di depan rumah tinggalnya. Wanita lanjut usia ini mengaku tidak mendapat bantuan bedah rumah (RTLH), kendati sudah didatangi orang pemerintah yang datang memeriksa, memfoto, mendata dan mewawancarai. (foto: publikreport.com)

Bedah Rumah (RTLH) di Tomohon Dinilai Tak Tepat Sasaran

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Sejumlah warga Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menilai pemberian bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) banyak yang salah sasaran. Mereka menilai banyak warga yang lebih layak menerima, tapi diabaikan pihak yang berwenang mengusulkannya.

“Di Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara ini banyak keluarga yang rumahnya sangat memprihatinkan. Bahkan ada yang sama sekali tidak punya rumah pribadi yang justru diabaikan oleh pemerintah di sini,” kata Jemmy Ngantung, warga Kelurahan Kakaskasen III, kepada publikreport.com, Senin 08 Juli 2019.

Salah satu contoh konkritnya, Jemmy mengungkapkan, adalah Oma Lintje Lahea (82) yang tinggal sendirian di rumah yang hampir roboh.

“Oma Lintje ini sudah didata oleh pemerintah, tapi batal menerima. Justru yang mendapat bantuan adalah warga yang mampu, bahkan ada oknum perangkat pemerintah. Masih ada lagi yang seperti ini,” ungkapnya.

Kallo, Warga Tak Berdaya yang Diabaikan Pemerintah (Kota Tomohon)

Hal senada dikemukakan, Sem Lala, warga Kelurahan Kakaskasen III.

“Keluarga Lolong-Johanis sudah beberapa tahun menumpang di rumah pendeta, karena rumah mereka sudah dijual untuk biaya pengobatan Om Kallo yang lumpuh. Sudah didata tapi nyatanya mereka tidak dapat bantuan (RTLH),” bebernya.

Sementara Bertha Lumowa (76), warga Lingkungan III, Kelurahan Kakaskasen III, mengatakan, dirinya sudah didatangi orang pemerintah yang datang memeriksa, memfoto, mendata dan mewawancarai.

“Mereka bilang rumah ini akan dibuat dengan bantuan. Tapi mana? Coba lihat keadaan rumah ini. Apa pemerintah tidak kasihan,” keluhnya.

Bertha menilai ada kejanggalan terkait pemberian bantuan (RTLH) ini.

“Mungkin karena waktu pemilihan (Pilkada) lalu, saya tidak memilih mereka yang berkuasa. Makanya begini,” jelasnya.

PDIP Diprediksi Sulit Saingi Golkar di Pilkada 2020

Kejanggalan terkait pemberian bantuan (RTLH) juga diungkapkan, Johny Palit, warga Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan.

“Yang dapat bantuan bedah rumah (RTLH) kebanyakan adalah TS (tim sukses) salah satu calon waktu itu (Pilkada). Bukan asal tuduh, tapi coba lihat data penerima disini. Harusnya bantuan orang susah jangan berdasar kebijakan politik,” tegasnya.

Ribuan Rumah di Tomohon Dianggap Tak Layak Huni

Leave a Reply