Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Andriko Noto Susanto didampingi Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), Yusuf MP melihat berbagai tanaman yang tumbuh subur di halaman Kantor Balitbangtan BPTP Sulut di Kalasey, Manado, Rabu 10 Juli 2019.
Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Andriko Noto Susanto didampingi Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), Yusuf MP melihat berbagai tanaman yang tumbuh subur di halaman Kantor Balitbangtan BPTP Sulut di Kalasey, Manado, Rabu 10 Juli 2019.

Pejabat Kementan: Hanya Butuh Komitmen dan Kerja Keras

MANADO, publikreport.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Baltbangtan) Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut) mengembangkan miniatur lumbung pangan keluarga di tengah kesibukan sebagai koordinator upaya khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai di Sulut. Di halaman kantor yang beralamat di Kalasey, Manado ini dipenuhi berbagai jenis tanaman yang subur, seperti sayuran, cabe, tomat, bawang, bunga kol dan lain-lain

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Andriko Noto Susanto saat berkunjung ke Balitbangtan BPTP Sulut, Rabu 10 Juli 2019, guna melihat kegiatan obor pangan lestari (Opal), mengaku kagum.

Menangani masalah pangan bukan hal yang sulit. Hanya butuh komitmen dan kerja keras,” katanya saat menyaksikan berbagai tanaman yang tumbuh subur di halaman Balitbangtan BPTP Sulut.

Menyelesaikan masalah pangan, Andriko melanjutkan, sebenarnya tidak terlalu sulit.

Kita memiliki kekayaan lahan dan air. Kita optimalkan dan gerakkan masyarakat dengan menanam keragaman tanaman, kebutuhan rumah tangga itu sudah selesai. Kita tidak hanya ingin meningkatkan pendapatan masyarakat, tapi juga bagaimana menurunkan pengeluaran rumah tangga,” jelas Andriko yang didampingi Kepala Balitbangtan BPTP Sulut, Yusuf MP.

Saat ini, menurut Andriko, dengan inovasi teknologi yang sudah dibuat dan dihasilkan, berikan contoh dan mendorong instansi-instansi pemerintah untuk mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) atau dikenal dengan Obor Pangan Lestari (OPAL).

Apa yang kita lihat di halaman ini, mengoptimalkan halaman kantor dengan keragaman tanaman sayuran, tanaman bumbu masak, buah dan pemanfaatan kolam ikan, itu sudah menjadi satu model dan menjadi tujuan dari Opal. Disini masyarakat dapat melihat dan mencontoh apa yang terdiseminasikan,” ujarnya, seraya mengapresiasi Balitbangtan BPTP Sulut karena dinilai berhasil mengembangkan pekarangannya untuk pengembangan Opal.

Leave a Reply