Bunga krisan di screen house milik petani yang ada di Kakaskasen II, Kecamatan Tomohon Utara. Ratusan bahkan mungkin ribuan bunga krisan di screen house petani tidak diambil Panitia TIFF 2018.
Bunga krisan di screen house milik petani yang ada di Kakaskasen II, Kecamatan Tomohon Utara. Ratusan bahkan mungkin ribuan bunga krisan di screen house petani tidak diambil Panitia TIFF 2018.

Mengenal Bunga Krisan

Krisan merupakan jenis tanaman hias, khusus di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), tanaman ini mendapat perhatian dari petani dan pengusaha bunga. Krisan memiliki daya tarik tersendiri, karena selain sebagai penghias juga sebagai tanaman pengusir nyamuk dan penyerap polutan.

Sayangnya, krisan tergolong pada tanaman hari pendek (16 jam siang) yang berasal dari daerah sub tropis. Dalam penggunaannya krisan dikelompokkan, yakni krisan sebagai bunga potong dan krisan bunga pot/pot plant. Sedangkan menurut tipenya, krisan dapat digolongkan sebagai krisan standart dan krisan sprey.

Indonesia termasuk negara beriklim tropis, dimana panjang hari siang selama 12 jam, sedangkan daerah sub tropis panjang hari siangnya selama 16 jam. Untuk membudidayakan bunga krisan di Indonesia, diperlukan penambahan cahaya, sebanyak 70 lux selama 4 jam pada malam hari. Tujuan penambahan cahaya adalah untuk mempertahankan fase vegetatif tanaman.

Tanaman Krisan termasuk ke dalam:

  • Kingdom: Plantae
  • Divisio: Magnoliophyta
  • Sub-Divisio : Magnoliopsida
  • Kelas: Asterales
  • Ordo: Asterales
  • Famili (suku): Asteraceae
  • Genus (marga): Chrysanthenum
  • Specis (jenis): Chrysanthemum morifolium

Tanaman Krisan dengan nama internasional Chrysanthemum atau disebut mum, terdiri dari banyak specis. Dari banyaknya species inilah kemudian mulai dikembangkan/disilangkan oleh para pemulia, sehingga menghasilkan banyak cultivar yang baru dan hibrida.

Dalam penggunaannya krisan di kategorikan dalam tiga jenis, yaitu:

  • cut mum (krisan potong)
  • pot mum (krisan pot)
  • garden mum (krisan kebun).

Krisan dapat diperbanyak dengan menggunakan anakan, stek pucuk atau stek batang. Untuk mendapatkan tanaman dalam jumlah yang besar dan waktu yang singkat, perbanyakan dapat dilakukan dengan sistem kultur jaringan. Kultur meristem guna mendapatkan tanaman krisan yang bebas penyakit, dan mulai dikembangkan saat ini.

Leave a Reply