Ilustrasi dekorasi rumah Skandinavia. (Foto: Tabloidbintang)
Ilustrasi dekorasi rumah Skandinavia. (Foto: Tabloidbintang)

Kenapa Desain Skandinavia Begitu Populer

Mengutamakan fungsi

Desain Skandinavia amat berfokus terhadap fungsionalitas. Bagaimana setiap elemen di rumah dapat mengakomodasi kebutuhan dan aktivitas penggunanya. Tak ada satupun elemen dalam desain Skandinavia yang tak memiliki fungsi praktis.

Matahari di wilayah Skandinavia lebih cepat turun. Waktu siang tak lebih dari 7 jam sehingga faktor pencahayaan menjadi begitu penting. Konsep ruangan terbuka (open plan), lantai kayu, jendela tanpa tirai, dan pengurangan jumlah furnitur adalah cara untuk memaksimalkan pencahayaan di seluruh penjuru ruangan.

Dekorasi berlapis yang kerap memeriahkan desain Skandinavia tak hadir untuk kepentingan estetis semata. Karpet bulu, cushion bertekstur, throw dari kulit domba, kain wool dan linen, dihadirkan untuk mendatangkan kehangatan di tengah cuaca dingin Skandinavia.

Mudah dipadu-padankan

Palet warna utama desain Skandinavia memang berwarna netral, tapi permainan warna tetap bisa ditampilkan tanpa harus meninggalkan kesan asli dari desain Skandinavia. Hal ini juga berlaku saat memadukannya dengan unsur yang berasal dari gaya desain lain. Matt Singer, pemilik galeri Open Air Modern mengamini desain Skandinavia begitu fleksibel membaur dengan beragam jenis gaya dan aksesoris.

“Dari karpet Persia sampai kesenian antik dari Tiongkok, semuanya dapat menjadi perpaduan menarik dalam desain Skandinavia,” ujarnya. Berbagai dekorasi dapat digunakan untuk memperkaya tampilan desain Skandinavia, namun pastikan tetap menyisakan tempat untuk bisa menikmatinya.

Mengikuti perubahan zaman

Desain Skandinavia terus berkembang dalam pergerakan modern bernama Functionalism. Dilansir dari Architectural Digest, para desainer asal Nordik terus mengkreasikan furnitur yang mampu menjawab kebutuhan hidup masyarakat modern melalui desainnya yang fungsional.

Leave a Reply