Reklamasi di daerah pesisir pantai Desa Minaesa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dilakukan Jle’s Dive Centre and Resot yang disinyalir tanpa kajian lingkungan. (foto: publikreport.com)
Reklamasi di daerah pesisir pantai Desa Minaesa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dilakukan Jle’s Dive Centre and Resot yang disinyalir tanpa kajian lingkungan. (foto: publikreport.com)

Resort Ini Diduga Lakukan Reklamasi Tanpa Izin

AIRMADIDI, publikreport.com – Adanya pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dari Kecamatan Wori hingga Kecamatan Likupang Timur, menjadi angin segar bagi investor untuk berinvestasi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Namun sayangnya ada investor yang disinyalir melakukan pembangunan di daerah pesisir pantai tanpa kajian lingkungan.

Salah satunya adalah Jle’s Dive Centre and Resort di Desa Minaesa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minut. Resort ini diduga telah melakukan reklamasi pantai hingga sekitar 100 meter dari bibir pantai tanpa ada kajian lingkungan. Padahal lokasi reklamasi ini sangat dekat dengan kawasan konservasi Taman Laut Nasional Bunaken.

BACA JUGA: KEK Pariwisata Dekat Hutan Lindung

Hukum Tua (Kumtua) Desa Minaesa, Syahrin Baba saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui adanya proses reklamasi tersebut. Apalagi pihak Jle’s Dive Centre and Resort tidak pernah berkoordinasi dengan Pemerintah desa Minaesa.

BACA JUGA: Maraknya Pariwisata di Sulut, Bagaimana Menjaga Lingkungan?

Saya baru dilantik. Mungkin Kumtua sebelumnya yang tahu soal ini. Sejak saya dilantik sebagai Kumtua, mereka-pihak perusahaan-tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintah desa,” jelasnya.

BACA JUGA: Diprotes Warga Desa, PT ABSM Hentikan Pembuatan Tambak

Konsultan lingkungan perusahaan (Jle’s Dive Centre and Resort), James saat dikonfirmasi lewat telepon selular mengakui dokumen untuk reklamasi yang dilakukan masih harus diperbaiki, karena belum lengkap. Diakuinya juga permasalahan lingkungan ini sudah pernah ditangani pihak kepolisian dan diambil alih Dinas Lingkungan Hidup (DinLH) Provinsi Sulut.

BACA JUGA: DPRD Minut Agendakan Hearing dengan Jle’s Dive Centre and Resort

Ini masuk kewenangan provinsi,” ujarnya seraya mengatakan apabila penjelasannya panjang tak cukup dijelaskan melalui telepon selular. | GLENLY B

Leave a Reply