Reklamasi pantai di Desa Minaesa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Minut, Provinsi Sulut yang dilakukan Jle’s Dive and Resort. Proyek reklamasi ini diduga dilaksanakan tanpa mengantongi dokumen lingkungan yang lengkap.
Reklamasi pantai di Desa Minaesa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Minut, Provinsi Sulut yang dilakukan Jle’s Dive and Resort. Proyek reklamasi ini diduga dilaksanakan tanpa mengantongi dokumen lingkungan yang lengkap.

DPRD Minut Agendakan Hearing dengan Jle’s Dive Centre and Resort

AIRMADIDI, publikreport.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Berty Kapojos mengatakan, pihaknya akan mengagendakan hearing (rapat dengar pendapat) dengan Jle’s Dive Centre and Resort. Pasalnya, reklamasi yang dilakukan pihak Jle’s Dive Centre and Resort diduga telah menyalahi aturan lingkungan hidup, bahkan telah mendapat sorotan tajam dari masyarakat sekitar area pembangunan.

“Kita akan agendakan hearing dengan Jle’s Dive Centre and Resort,” kata Berty kepada wartawan belum lama ini.

Hal senada disampaikan salah satu anggota Komisi I DPRD Kabupaten Minut, Lucky Kiolol. Lucky menyatakan sangat mendukung rencana pemanggilan hearing Jle’s Dive and Resort untuk mengklarifikasi proyek reklamasi yang diduga tanpa Amdal (Analisa Dampak Lingkungan). Sebab sampai saat ini, resort tersebut masih sementara proses kajian lingkungan hidup.

“Baiknya perusahaan resort tersebut kita panggil. Jika memang jelas-jelas menyalahi aturan, maka siap berhadapan dengan proses hukum,” ujarnya.

BACA JUGA: Resort Ini Diduga Lakukan Reklamasi Tanpa Izin

Sepengetahuannya, Lucky mengatakan, Ijin reklamasi tidak boleh sembarang dikeluarkan pemerintah. Apalagi, lokasi tersebut sangat berdekatan dengan kawasan konservasi Taman Nasional Laut Bunaken.

“Sepengetahuan saya, ijin reklamasi itu harus disetujui kementerian terkait,” ucapnya.

Diketahui, Jle’s Dive Centre and Resort di Desa Minaesa Kecamatan Wori diduga telah melakukan reklamasi pantai tanpa ada kajian lingkungan. Bahkan objek wisata ini kemungkinan sudah menebang banyak pohon mangrove yang ada guna pembangunan reklamasi pantai hingga kurang lebih 100 meter dari bibir pantai. | GLENLY B

Leave a Reply