Ilustrasi.
Ilustrasi.

Masyarakat Diimbau Tak Unggah KTP/KK ke Medsos

JAKARTA, publikreport.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan, data kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El), Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA) yang banyak beredar dan diperjual-belikan bukan data kependudukan yang berasal dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, karena data milik Dukcapil tersimpan aman di data base.

Saya pastikan data kependudukan yang dijualbelikan itu bukan berasal dari Dukcapil. Saya juga ingin memastikan bahwa data Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta KK tersimpan aman di data base Dukcapil dan tidak bocor seperti dugaan masyarakat,” tegas Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 27 Juli 2019.

Pernyataan tersebut disampaikan Zudan menanggapi praktik jual beli data NIK, KTP El dan KK oleh sebuah grup tertutup Dream Market Official yang viral akhir-akhir ini.

Sistem pengamanan data center Dukcapil dibuat berlapis, menurut Zudan, harus melalui tiga kali tahapan pindai sidik jari buat yang mau masuk ke data center. Dukcapil juga menggunakan jalur VPN (virtual private network) saat berhubungan dengan operator.

Jadi kalau bocor dari dalam sangat kecil kemungkinannya,”ujarnya.

Yang paling memungkinkan, Zudah mengatakan, adalah penyalahgunaan data yang beredar luas di Google dan dikumpulkan serta diolah oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan. Apalagi Undang-Undang (UU) Perlindungan Data Pribadi saat ini masih digodog pemerintah, sehingga penyalahgunaan data kependudukan via medsos (media sosial) jadi sangat liar.

Masyarakat, Zudan mengimbau agar tidak mudah mengunggah data kependudukan, seperti KTP-el, KK atau KIA ke media sosial. Sebab data itu akan muncul dalam mesin pencari Google, sehingga mudah disalahgunakan bahkan diperjualbelikan oleh para “pemulung data”.

Banyaknya gambar KTP-el dan KK yang tersebar di Google juga menjadi celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan,” jelasnya.

Selama ini, Zudan menjelaskan, banyak sekali data dan gambar KTP-el serta KK berseliweran di Medsos dan laman pencarian Google.

Sekadar contoh, ketik ‘KTP elektronik’ di Google, dalam sekedipan mata (0,46 detik) muncul 8.750.000 data dan gambar KTP elektronik yang gambarnya tidak diblur sehingga datanya terpampang atau terbaca dengan jelas. Begitu juga ketika ketik clue ‘Kartu Keluarga’ di google, maka dalam waktu 0,56 detik muncul tak kurang 38.700.000 hasil data dan gambar KK,” jelasnya.

Leave a Reply