Tali yang terikat di pintu kamar, di mana SR (18), siswa salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA), warga Desa Kapataran Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), nekad gantung diri, Sabtu 27 Juli 2019.
Tali yang terikat di pintu kamar, di mana SR (18), siswa salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA), warga Desa Kapataran Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), nekad gantung diri, Sabtu 27 Juli 2019.

Siswa SMA Ditemukan Gantung Diri

TONDANO, publikreport.com – Warga Desa Kapataran, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 27 Juli 2019, dihebohkan dengan ditemukannya, SR (18), yang gantung diri di rumahnya. SR masih tercatat sebagai pelajar di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kami telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lembean Timur, Inspektur Satu (Iptu) Eko Sutarman.

Kesimpulan sementara, menurut Eko, korban nekad gantung diri karena mengetahui ibunya telah memiliki laki-laki lain. Korban diduga merasa malu karena sering diejek teman-temannya.

Korban ditemukan pertama kali oleh ibunya saat hendak ke kamar mandi. Ketika melewati samping rumah terlihat anaknya tergantung pada seutas tali yang terikat di pintu kamar. Melihat hal itu, sang ibu langsung berteriak histeris hingga membangunkan penghuni rumah lainnya.

Kakek korban langsung menurunkan korban dan membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sam Ratulangi, Tondano. Saat dibawa ke rumah sakit korban diduga sudah meninggal dunia.

Ketika ditemukan keadaan mata korban terbuka, ada tanda hitam kebiruan di leher karena terjerat tali rafia, alat kelaminya mengeluarkan sperma. Namun tidak ada tanda kekerasan fisik di tubuh korban. | TOMMY WAHANI

Leave a Reply