MP alias Marc (31), tersangka kasus tindak pidana penganiayaan yang masuk DPO selama 7 bulan, Sabtu 03 Agustus 2019, sekitar pukul 22.00 WITA, dibekuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon yang dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung.
MP alias Marc (31), tersangka kasus tindak pidana penganiayaan yang masuk DPO selama 7 bulan, Sabtu 03 Agustus 2019, sekitar pukul 22.00 WITA, dibekuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon yang dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung.

DPO 7 Bulan, Marc Akhirnya Tertangkap

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Setelah masuk Dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama tujuh bulan, MP alias Marc (31), Sabtu 03 Agustus 2019, sekitar pukul 22.00 WITA, dibekuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon yang dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung. Marc, warga Kelurahan Uluindano, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditangkap karena diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban Christian Gustaf Valentino Wijaya (22), warga Kelurahan Matani III, Kecamatan Tomohon Tengah.

“Tersangka sempat melarikan diri dan menghilang keluar daerah Kota Tomohon dan Sabtu 03 Agustus 2019, diringkus di Kelurahan Uluindano oleh Tim URC Totosik. Tersangka ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor: 31/I/2019/Sulut/SPKT/Res-Tmhn tanggal 23 Januari 2019,” jelas Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Tomohon, Inspektur Satu (Iptu), Johnny Marthen Kreysen.

Dari interogasi awal yang dilakukan Tim URC Totosik terhadap tersangka, Johnny mengatakan, Marc mengaku selama tujuh bulan menghilang dan berada di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Dan sekitar tiga bulan kembali ke Kota Tomohon dan bersembunyi. Merasa sudah aman tersangka kemudian keluar dari tempat persembunyiannya.

“Warga yang melihat tersangka kemudian menginformasikan ke polisi,” kata Johnny.

“Tersangka saat ini sudah berada di Mapolres Tomohon untuk proses lanjut,” sambungnya.

Kasus tindak pidana penganiayaan, Johnny menambahkan, diketahui terjadi pada Januari 2019, lalu. Saat itu korban menghadiri acara pesta temannya di Kelurahan Uluindano. Saat waktu sudah menunjukkan jam 02.30 WITA dini hari, korban yang sedang duduk, tiba-tiba dihantam hingga babak belum oleh tersangka dan rekan-rekannya.

“Korban sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Bethesda Tomohon,” tambah Johnny. | TOMMY WAHANI

Leave a Reply