Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Yohana Yembise pada The 2nd Global Conference on Teaching Assesment and Learning in Education di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Yohana Yembise pada The 2nd Global Conference on Teaching Assesment and Learning in Education di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali.

Bahasa Asing Bagi Anak, Bagaimana Peran Orang Tua?

SINGARAJA, publikreport.com – Salah satu kompetensi untuk menjangkau era globalisasi adalah Bahasa Inggris. Literasi Bahasa Inggris memerlukan pendekatan khusus yang melibatkan orang tua membantu, memotivasi dan memfasilitasi anak-anak untuk mengoptimalkan keterampilan literasi Bahasa Inggris mereka.

Sebagai bahasa asing, literasi Bahasa Inggris memerlukan keterlibatan orang tua dalam proses pengenalan dan pengembangan kepada anak-anaknya. Ada 4 alasan mengapa keterlibatan orang tua sangat penting bagi pembelajaran Bahasa Inggris.

Pertama, keputusan untuk memasukkan bahasa asing ke dalam kurikulum sekolah berasal dari kebutuhan nyata orang tua dan masyarakat.

Kedua, anak adalah pelajar pemula sehingga keterlibatan orang tua dalam pembelajaran di rumah sangat penting.

Ketiga, Bahasa Inggris adalah mata pelajaran tambahan sehingga dalam proses belajarnya harus menarik dan bermakna.

Keempat, belajar Bahasa Inggris harus didukung dengan sumber belajar yang tepat, salah satunya adalah orang tua,” papar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Yohana Yembise pada The 2nd Global Conference on Teaching Assesment and Learning in Education di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, sebagaimana siaran pers Bagian Publikasi dan Media Kementerian PPPA yang diterima publikreport.com, Selasa 06 Agustus 2019.

Leave a Reply