Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa, mengamankan seorang perempuan berinisial ML alias Mona (35), warga Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 06 Agustus 2019. Mona diamankan karena diduga telah menyebarkan hoaks (berita bohong) tentang adanya penculikan anak siswa Sekolah Dasar (SD) GMIM Tuutu Tondano, belum lama ini.
Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa, mengamankan seorang perempuan berinisial ML alias Mona (35), warga Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 06 Agustus 2019. Mona diamankan karena diduga telah menyebarkan hoaks (berita bohong) tentang adanya penculikan anak siswa Sekolah Dasar (SD) GMIM Tuutu Tondano, belum lama ini.

Sebarkan Hoaks, Mona Ditangkap

KRIMINALITAS

TONDANO, publikreport.com – Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa, mengamankan seorang perempuan berinisial ML alias Mona (35), warga Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 06 Agustus 2019. Mona diamankan karena diduga telah menyebarkan hoaks (berita bohong) tentang adanya penculikan anak siswa Sekolah Dasar (SD) GMIM Tuutu Tondano, belum lama ini.

Dihadapan petugas di Mapolres, Mona mengaku jika informasi yang disebarkannya tidak benar alias hoaks. Namun, menurutnya itu dilakukan karena permintaan perempuan berinisial JP alias Jil,” jelas Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Minahasa, Inspektur Satu (Iptu), Ferdy Pelengkahu.

Sementara dari hasil penyelidikan kepolisian, Ferdy mengatakan, berdasarkan keterangan Wali Kelas III SD GMIM (Gereja Masehi Injili Minahasa) Tuutu, Tondano, Syuli Watani, keempat siswa yang dihebohkan nyaris jadi korban penculikan telah pulang ke rumah masing-masing.

Ketika mendengar ada info penculikan anak, kepada polisi Syuli mengatakan, dirinya dan penjaga sekolah segera berlari keluar. Ternyata yang dilihat hanya satu unit mobil pick up berjarak kurang lebih 15 meter dari depan sekolah. Dimana mobil itu sering berjualan makanan keliling dan waktu itu ada sejumlah masyarakat yang sedang membeli sehinggga dirinya kembali ke sekolah.

Sementara dua siswi sekolah itu kepada polisi mengaku, ketika itu mereka memang ingin membuat prank tentang penculikan bagi guru dan siswa lain.

Diimbau kepada masyarakat agar bijaklah dalam menggunakan media sosial (medsos) serta jangan sembarangan menyebarkan berita tanpa diklarifikasi duluan,” imbau Ferdy. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply