Api berkobar melahap ruang kelaS dan Kantor Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan ruang Kelas Sekolah Menengah Atas (SMA) Teep, Rabu 07 Agustus 2019, sekitar jam 10.30 WITA. Pihak sekolah, warga sekitar dibantu anggota Koramil dan Polsek Amurang berupaya memadamkan api.
Api berkobar melahap ruang kelaS dan Kantor Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan ruang Kelas Sekolah Menengah Atas (SMA) Teep, Rabu 07 Agustus 2019, sekitar jam 10.30 WITA. Pihak sekolah, warga sekitar dibantu anggota Koramil dan Polsek Amurang berupaya memadamkan api.

SMP dan SMA di Teep Terbakar

AMURANG, publikreport.com – Gedung sekolah yang berada di Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 07 Agustus 2019, sekitar jam 10.30 WITA, dilahap terbakar. Api berkobar melahap ruang kela dan Kantor Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan ruang Kelas Sekolah Menengah Atas (SMA) Teep.

Dari informasi dan keterangan saksi mata, api diduga bermula dari kantin milik Fitriani (22) yang disinyalir terjadi korsleiting (hubungan arus pendek listrik).

Saya melihat api mulai membesar dan melaporkannya kepada guru dan kepala sekolah (kepsek),” kata salah satu siswi SMA itu.

Mengetahui api mulai membakar gedung sekolah, Kepala SMA yang menerima informasi dari salah satu siswinya langsung melaporkannya ke Komando Rayon Militer (Koramil) 1302-14/Amurang.

BACA JUGA: Penyebab Kebakaran di SMP IV dan SMA Negeri I Amurang Diselidiki Polisi

BACA JUGA: Tak Bisa Atasi Karhutla, Presiden: Copot Pangdam, Kapolda, Danrem dan Kapolres
BACA JUGA: Soal Karhutla, Ini Instruksi Gubernur Sulut

Terima laporan Koramil 1302-14/Amurang langsung menerjunkan personil Bintara Pembina Desa (Babinsa), Sersan Kepala (Serka) Awae dan Sersan Satu (Sertu) Dani Philipus ke lokasi kejadian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Pihak sekolah bersama masyarakat, Babinsa dan personil Kepolisian Sektor (Polsek) Amurang berupaya memadamkan api yang sudah melahap ruangan kelas dan kantor sekolah, dengan peralatan seadanya. Tak lama kemudian dua unit mobil pemadam kebakaran tiba dan menjinakkan api yang berkobar-kobar, hingga dapat dipadamkan.

Kerugian material atas peristiwa kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp300-500 juta. | RIO YANTO

Leave a Reply