Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulut, Steven OE Kandouw saat memberikan penjelasan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan Sulut TA 2019, di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut, Selasa 13 Agustus 2019.
Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulut, Steven OE Kandouw saat memberikan penjelasan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan Sulut TA 2019, di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut, Selasa 13 Agustus 2019.

Rancangan APBD Perubahan Sulut TA 2019: Target Pendapatan dan Belanja Naik

MANADO, publikreport.com – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun Anggaran (TA) 2019, total pendapatan berubah menjadi Rp4.110.613.637.599, dari total pendapatan pada APBD TA 2019, sebesar Rp4.098.657.797.000. Rincian pendapatan, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp1.269.244.160.000 berubah menjadi Rp1.277.215.768.899. Dana Perimbangan yang ditargetkan sebesar Rp2.702.511.639.000 berubah menjadi Rp2.706.495.870.700. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah ditargetkan sebesar Rp126.901.998.000 tidak mengalami perubahan.

Hal ini dipaparkan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulut, Steven OE Kandouw saat memberikan penjelasan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan Sulut TA 2019, di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut, Selasa 13 Agustus 2019.

Sementara total kebijakan belanja daerah, Steven menjelaskan, tahun 2019 senilai Rp4.504.485.841.000 berubah menjadi Rp4.770.127.954.299,79, dengan rincian belanja tidak langsung bertambah dari Rp2.162.470.457.000 menjadi Rp2.236.565.616.709,65, dan belanja langsung terjadi penyesuaian dari Rp2.342.015.384.000 menjadi Rp2.533.562.337.590,14 atau bertambah 8,18 persen.

BACA JUGA: Proyeksi, Pendapatan Menurun, Belanja Naik

Begitu juga halnya dengan pembiayaan daerah, Steven melanjutkan, dimana pada tahun 2019, penerimaan pembiayaan daerah ditargetkan sebesar Rp425.828.044.000 pada APBD perubahan ini ditetapkan menjadi Rp679.514.316.700,79. Sedangkan pengeluaran biaya daerah yang ditargetkan sebesar Rp20.000.000.000 tidak mengalami perubahan.

Kepada setiap perangkat daerah, Steven berharap, pengelolaan dan penyerapan anggaran di sisa tahun anggaran ini semakin dioptimalkan. Dalam artian optimal dari sisi pelaksanaan, manfaat, pertanggungjawaban serta harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. | VERONICA DSK

Leave a Reply