Ilustrasi, kebakaran lahan.
Ilustrasi, kebakaran lahan.

Penanggulangan Karhutla, Olly Sampaikan Pesan Presiden RI

MANADO, publikreport.com – Terkait pengendalian dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), prioritas pencegahan, yaitu tanggap apabila menemukan titik api kecil dan tidak meremehkan adanya titik panas, segera mungkin padamkan api dan penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Demikian pesan Presiden RI, yang disampaikan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pengendalian Karhutla Provinsi Sulut di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Kamis 15 Agustus 2019, yang dihadiri Panglima Daerah (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayor Jenderal (Mayjen) Tiopan Aritonang, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, para bupati dan walikota, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulut serta Dinas Kehutanan (Dinhut) Provinsi Sulut.

Lebih baik mengantisipasi. Jangan sampai terjadi kebakaran baru bergerak. TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) diminta langsung Presiden untuk menanganinya, dan tentu memerlukan dana operasional. Pemerintah Provinsi Sulut mendukungnya dengan menyusun anggaran tersebut di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Perubahan,” kata Olly.

BACA JUGA: Tak Bisa Atasi Karhutla, Presiden: Copot Pangdam, Kapolda, Danrem dan Kapolres

BACA JUGA: Bakar Lahan dan Hutan, Sanksinya 15 Tahun Penjara

BACA JUGA: Tiap Hari Ada Kebakaran Lahan dan Hutan di Minut

Pemerintah kabupaten dan kota di Sulut, Olly berharap kiranya juga dapat menganggarkannya di APBD Perubahan masing-masing. Olly optimis lewat kesiapan anggaran dapat mengoptimalkan penanganan dan pengendalian Karhutla.

Pemerintah Provinsi Sulut dapat menganggarkan Rp5 miliar, setiap kabupaten dan kota bisa Rp1 miliar, tentunya semua ini dapat berjalan lancar. Kalau tidak ada kejadian tentunya dana ini tidak akan terpakai,” jelasnya. | VERONICA DSK

Leave a Reply