Lelaki berinisial RPT (19), warga Maumbi, dengan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan JRT (19), warga Mapanget, Kota Manado, Sabtu 17 Agustus 2019, diringkus Tim Paniki Rimbas 1 Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado dipimpin Ajun Inspektur Dua (Aipda) Jemmy Mokodompit. Keduanya dilaporkan diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap sopir angkot dan merusak kendaraan mikrolet pada Sabtu 17 Agustus 2019, dini hari di Jalan Tololiu Supit, Tingkulu, Wanea.
Lelaki berinisial RPT (19), warga Maumbi, dengan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan JRT (19), warga Mapanget, Kota Manado, Sabtu 17 Agustus 2019, diringkus Tim Paniki Rimbas 1 Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado dipimpin Ajun Inspektur Dua (Aipda) Jemmy Mokodompit. Keduanya dilaporkan diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap sopir angkot dan merusak kendaraan mikrolet pada Sabtu 17 Agustus 2019, dini hari di Jalan Tololiu Supit, Tingkulu, Wanea.

Sopir Angkot Dianiaya, Kendaraan Dirusak

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Rivaldy Rafviky Yandi Sengkey (21), warga Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diduga dianiaya oleh RPT (19), warga Maumbi, dengan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan JRT (19), warga Mapanget, Kota Manado. Bukan hanya penganiayaan dengan senjata tajam (sajam), bahkan mikrolet (angkutan umum) yang dikemukannya juga disinyalir dirusak kedua tersangka.

Peristiwa ini terjadi padas Sabtu 17 Agustus 2019, dini hari di Jalan Tololiu Supit, Tingkulu, Wanea.

Tim Paniki Rimbas 1 Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado dipimpin Ajun Inspektur Dua (Aipda) Jemmy Mokodompit begitu mendapat informasi adanya tindak pidana penganiayaan dan pengrusakan langsung bergegas ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan rumah sakit. Setelah mengantongi identitas pelaku berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, tim langsung memburu keduanya.

Kedua tersangka diringkus di rumah masing-masing yang tak jauh dari TKP, tak lama usai kejadian,” jelas Aipda Jemmy Mokodompit.

Keduanya beserta barang bukti berupa dua bilah parang lalu kami bawa ke Mapolresta untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” tambahnya.

Peristiwa dari informasi yang didapatkan kepolisian, berawal saat korban mengemudikan mikrolet dan melintasi TKP, sekitar jam 02.00 WITA. Saat itu ada sekelompok anak muda yang berkumpul di tengah jalan. Korban menegur mereka, dengan maksud agar tidak menghalangi jalan.

Namun teguran itu tak digubris oleh kedua tersangka yang saat itu telah menenteng parang. Tersangka menyabetkan parang kepada korban, hingga mengalami luka di bahu kanan dan ibu jarinya. Dalam kondisi terluka cukup parah, korban menyelamatkan diri menuju Rumah Sakit Umum (RSu) Advent Teling. Apes, mikrolet yang tertinggal di TKP dirusak tersangka hingga kaca depannya hancur. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply