SW (33), sehari-hari driver taksi online dan MW (25), karyawan hotel, keduanya kakak beradik, Selasa 20 Agustus 2019, diamankan Tim URC Totosik Polres Tomohon dan diserahkan ke petugas piket Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Tomohon Selatan.
SW (33), sehari-hari driver taksi online dan MW (25), karyawan hotel, keduanya kakak beradik, Selasa 20 Agustus 2019, diamankan Tim URC Totosik Polres Tomohon dan diserahkan ke petugas piket Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Tomohon Selatan.

Ibu Sedang Sakit, Kakak-Beradik Baku Hantam

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Kakak-beradik, SW (33), sehari-hari driver taksi online dan MW (25), karyawan hotel, Selasa 20 Agustus 2019, sekitar jam 00.00 WITA, baku hantam (berkelahi), bergelut, saling pukul di depan ibu kandung mereka yang terbaring sakit. Masyarakat kemudian menginformasikan peristiwa ini ke kepolisian.

Terima informasi Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung langsung bergerak ke tempat kejadian dan mendapati kedua kakak-beradik yang masih sementara baku hantam.

SW dan MW, keduanya warga Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kemudian digelandang ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Tomohon Selatan untuk diserahkan kepada personil piket guna proses lanjut.

“Kakak-beradik ini telah membuat keributan di heningnya malam, sehingga menganggu warga yang sedang beristirahat tidur,” kata Bripka Yanny Watung.

Baku pukul terjadi, Yanny menjelaskan, berawal saat sang kakak pulang ke rumah dan mendapati kamar tidurnya berantakan karena diguyur air hujan. Melihat kamar yang ‘banjir’, dirinya berteriak, dan seolah menuduh adiknya tidak peduli dengan kamar yang sudah berantakan. Tidak terima dengan teriakan kakaknya, apalagi ibu mereka sedang tidur karena sakit, sang adik kemudian menegur hingga terjadilah saling pukul antara keduanya. | TOMMY WAHANI

Leave a Reply