Mobil listrik BYD e6, yang akan digunakan sebagai taksi di Hong Kong, sedang diisi baterainya dalam acara peluncurannya, Rabu 15 Mei 2017. 45 mobil listrik akan dugunakan sebagai armada taksi di Hongkong pada bulan Mei ini. (Foto: Reuters/Tyrone Siu)
Mobil listrik BYD e6, yang akan digunakan sebagai taksi di Hong Kong, sedang diisi baterainya dalam acara peluncurannya, Rabu 15 Mei 2017. 45 mobil listrik akan dugunakan sebagai armada taksi di Hongkong pada bulan Mei ini. (Foto: Reuters/Tyrone Siu)

Kendaraan Listrik Solusi Permasalahan Polusi

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, kehadiran mobil listrik menjadi suatu keniscayaan bagi Indonesia. Terutama jika dikaitkan dengan masalah lingkungan.

Hadirnya kendaraan listrik merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan polusi udara, seperti yang terjadi di ibukota Jakarta,” kata Budi pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Kendaraan Listrik sebagai Solusi Polusi Udara dan Pengurangan Penggunaan BBM’, di Hotel Le Meriden Jakarta, Jumat 23 Agustus 2019.

Pengoperasian angkutan umum berbasis tenaga listrik, menurut Budi, selain memberi dukungan dalam bidang pelestarian lingkungan, juga memberikan nilai tambah terkait dengan program ketahanan dan bauran energi nasional, program pengurangan penggunaan dan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) serta program pengurangan emisi gas buang yang dilaksanakan pemerintah.

Memang suatu inisiatif yang lengkap dari kita menyelesaikan masalah lingkungan, menyelesaikan kekurangan energi kita, lalu kita melakukan investasi, lalu kita melakukan kegiatan-kegiatan ekspor, ini suatu narasi yang sangat positif,” jelasnya.

Sebagai regulator Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi melanjutkan, harus melakukan persiapan tata kelola, serta melakukan upaya-upaya untuk mempercepat dan mendukung hal ini. Pihaknya telah menyiapkan kebijakan untuk memberikan insentif dan kemudahan bagi pihak-pihak yang akan melakukan uji tipe kendaraan mobil listrik. Contohnya seperti ada beberapa universitas yang sudah berupaya untuk mengajukan uji tipe. HadirnyaPeraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Motor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan sangat diapresiasinya.

Kami sangat terbuka, bahkan beberapa universitas kami catat sudah berupaya untuk mengajukan uji tipe. Artinya dunia pendidikan juga memberikan suatu perhatian yang luar biasa. Oleh karenanya kami mengharapkan kolaborasi yang baik dari regulator, industriawan, dan pelaku-pelaku usaha transportasi,” ungkapnya.

Penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan, Budi membeberkan, bisa dimanfaatkan untuk angkutan transportasi massal seperti Transjakarta maupun Damri sebagai angkutan perkotaan. Selain itu, juga untuk angkutan taksi. Apa yang sudah dilakukan oleh beberapa operator transportasi seperti Blue Bird yang telah mengoperasikan mobil listriknya sangat diapresiasinya.

Transjakarta sudah menyampaikan pada saya, dalam waktu dekat ini juga akan mengoperasikan bus listrik. Artinya dalam segala keterbatasan para operator ini sudah berniat untuk melakukannya. Tentu banyak PR (pekerjaan rumah) yang perlu kita lakukan, stasiun pengisian, harga khusus dari PLN (Perusahaan Listrik Negara), tentunya kita harapkan itu dari semua pihak,” ujarnya.

Leave a Reply