Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), Dr Yusuf, saat membawakan sambutan pada purna bakti salah satu penyuluh di BPTP Sulut, Kamis 29 Agustus 2019.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), Dr Yusuf, saat membawakan sambutan pada purna bakti salah satu penyuluh di BPTP Sulut, Kamis 29 Agustus 2019.

Yusuf: Purna Bakti Bukan Akhir dari Segala Karir

MANADO, publikreport.com – Bila sebelumnya dibatasi ruang pelayanan diinstitusi, saat ini dibuka dan diawali pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu, mari maknai hari ini, sebagai awal dari pak Ir Rusiadi Djuri untuk membuka layanan kepada masyarakat umum. Kepakaran dan pengalaman selama ini, update adaptasikan dengan kondisi kekinian di revolusi industri 4.0.

Hal ini dikemukakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), Dr Yusuf, Kamis 29 Agustus 2019 saat membawakan sambutan pada purna bakti salah satu penyuluh di BPTP Sulut.

Purna Bakti bukan ahir dari segala karir, namun itu adalah awal dari mengabdikan ilmu pengetahuan dan kepakaran kepada masyarakat,” jelasnya.

Apresiasi diberikan Yusuf kepada para penyuluh pertanian di Balitbangtan BPTP Sulut yang menginisiasi acara tersebut. Pasalnya, biasanya mereka mendengar orasi ilmiah dari pakar/profesor, kini mendengar orasi purna tugas penyuluh pertanian.

Terima kasih atas pengabdian dari Ir Rusiadi Djuri. Sesuai keyakinan kita semua, tidak ada yang sempurna. Yang sempurna hanyalah Allah Tuhan kita. Kita tidak luput dari khilaf. Untuk itu atas nama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Balitbangtan dan BPTP Sulut saya mohon maaf kekhilafan. Selamat menapaki pengabdian kepada masyarakat. Teruskan kreatifitas dan inovasi sesuai kepakaran saudara,” ucap Yusuf, seraya menyalami keluarga If Rusiadi Djuri yang hadir.

ASN Balitbangtan BPTP Sulut yang purna bakti, Ir Rusiadi Djuri dalam orasinya menceritakan pengalaman meniti karir di Proyek Informasi Pertanian (PIP), Balai Informasi Pertanian (BIP) hingga merger menjadi Balitbangtan.

Saya pertama kali menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di PIP tahun 1988. Ku kenang saat itu, kami ke kantor di Kalasey yang gersang dengan bangunan yang ada. Terima kasih Balitbangtan Kementerian Pertanian (Kementan) atas penerimaannya. Kini aku akan mengahiri masa baktiku dan akan membagikan pengabdianku pada masyarakat,” katanya tersendat-sendat sambil mengusap airmata, karena mengenang masa-masa pahit serta indah bersama teman kerja dan user yang dilayani sebagai penyuluh pertanian.

Leave a Reply