Ilustrasi perguruan tinggi.
Ilustrasi perguruan tinggi.

Anggaran Pendidikan Meningkat, Bambang: Kualitas Perguruan Tinggi Jadi Tantangan

PENDIDIKAN

JAKARTA, publikreport.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Bambang Soesatyo mengungkapkan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2020, telah dianggarkan 20 persen untuk sektor pendidikan, sebagaimana amanah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sebesar Rp505,8 triliun. Anggaran ini meningkatkan dibandingkan APBD TA 2019 yang hanya sebesar Rp492,5 triliun. Atau terjadi kenaikan sebesar 2,7 persen.

Meski anggaran sektor pendidikan terus naik, namun Bambang menegaskan, kualitas pendidikan tinggi di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain di dunia, bahkan di Asia. Hal ini menurutnya merupakan tantangan terbesar yang harus diselesaikan sebelum Indonesia memasuki usia 100 Tahun kemerdekaan pada 2045.

QS World University Ranking pada 19 Juni 2019, Bambang mengungkapkan, merilis laporan 1.000 universitas terbaik dunia, Indonesia hanya berhasil mengirimkan 9 universitas. Universitas Indonesia (UI) berada di peringkat ke-296, Universitas Gadjah Mada (UGM) di peringkat ke-320, disusul Institut Teknologi Bandung (ITB) di peringkat ke-331.

Manajemen pengelolaan dana pendidikan tersebut yang perlu diperbaiki pemerintah, agar bisa mendongkrak kualitas pendidikan, termasuk pendidikan tinggi,” kata Bambang saat menjadi keynote speaker pada seminar nasional dengan tema ‘’Peranan DPR RI dalam Pengawasan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi di Indonesia’, di Jakarta, Sabtu 31 Agustus 2019.

BACA JUGA: Unsrat Ranking 27, Politeknik Negeri Manado Peringkat 11

Sejak APBN TA 2019, Bambang mengatakan, DPR RI dan pemerintah sudah menganggarkan dana abadi riset, dimulai dengan Rp990 miliar dan akan ditingkatkan secara bertahap. Secara berkala, DPR RI dan pemerintah juga telah menaikan anggaran dana abadi pendidikan dari Rp35 triliun menjadi Rp55 triliun, dengan target mencapai Rp100 triliun.

Melalui pemanfaatan anggaran secara tepat guna dan tepat sasaran, diharapkan akan simultan dengan peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA: APBN 2019, Rp 34,1 T untuk Perbaikan Sekolah dan Pasar

Agar berbagai dana tersebut bisa dikelola dengan baik oleh pemerintah, Bambang melanjutkan, DPR RI melalui Komisi X melaksanakan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan tinggi telah membuat berbagai Panita Kerja (Panja), antara lain, Panja Kelembagaan dan Akreditasi Perguruan Tinggi, Panja Standar Nasional Pendidikan Perguruan Tinggi, dan Panja Evaluasi Pendidikan Tinggi.

“Melalui Panja-Panja tersebut DPR RI melakukan kunjungan kerja, rapat, serta berbagai kegiatan diskusi baik dengan kementerian/lembaga, perguruan tinggi, maupun asosiasi terkait untuk memahami permasalahan, menyerap aspirasi, serta bersama-sama mencari solusi terkait permasalahan yang terjadi menyangkut penyelenggaraan pendidikan tinggi,” paparnya.

Leave a Reply