Penanggung Jawab Upsus Pajale Sulut/Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Andriko Notosusanto didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Novly Wowiling dan Kepala Seksi Teritorial (Pasiter) Komando Resort (Korem) 1302/Santiago, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung, Kedelai (Pajale) Provinsi Sulut di Mercure Manado Tateli Resort and Convention, Kamis 05 September 2019.
Penanggung Jawab Upsus Pajale Sulut/Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Andriko Notosusanto didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Novly Wowiling dan Kepala Seksi Teritorial (Pasiter) Komando Resort (Korem) 1302/Santiago, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung, Kedelai (Pajale) Provinsi Sulut di Mercure Manado Tateli Resort and Convention, Kamis 05 September 2019.

Musim Kemarau, Proses Produksi Pangan Harus Diamankan

Sebagaimana penjelasan Kepala Dinas Pertanian Sulut, Andriko mengajak semua pelaku utama dan semua pihak yang terkati dengan Upsus Pajale di Sulut, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memberdayakan fasilitas yang telah ada untuk keamanan proses produksi pangan.

Pengamanan produksi padi dan tanaman pangan lainnya kita cermati prakiraan musim, monitoring deret hari kering sampai kapan dan melakukan upaya pengamanan apa yang sudah dikerjakan pelak utama agar tidak terdampak dengan anomali,” jelas Andriko yang juga adalah Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan).

Daerah yang sumber airnya cukup, Andriko memaparkan, percepat tindak lanjuti hasil CPCL, bantuan benih juga mengoptimalkan bantuan alsin, sehingga proses tanam cepat. Dan yang penting bangun komunikasi semua unsur yang terlibat di lapangan, pelaku utama, antara, usaha, masyarakat TNI, dinas pekerjaan umum, kelompk tani (poktan) dan semua terkait.

Tidak ada pekerjaan yang berat, bila kita kerjakan dengan tulus dan ikhlas untuk bangsa dan negara kita,” pesannya.

BACA JUGA: Yusuf: Hasilkan Pangan Sehat di Pekarangan Kita

Selain mengoptimalkan kegiatan di lapangan, Andriko melanjutkan, tidak kalah penting mendorong pelaku utama dan semua pihak untuk menjadi pioner dalam ketahanan pangan. Menghadapi anomali iklim, jangan lupa membangun lumbung pangan mini, yaitu pekarangan rumah.

Ajak dan teladankan pada pelaku utama. Memindahkan sedikit komoditas pangan di ladang, ke lumbung pangan mini kita, yaitu pekarangan,” sarannya.

Hanya 3-5 menit kita berikan waktu untuk menyiram dan berdialog dengan tanaman pekarangan yang akan menjadi sumber kebutuhan keluarga. Selanjutnya, kita kembali ketugas utama kita, atau pelaku utama bisa istirahat atau kerjakan sampingan lain di rumah,” terangnya.

Terpisah, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara, Dr Yusuf mengatakan, apabila pihaknya terus melakukan pemantauan dan layanan terkati inovasi teknologi guna mendukung Upsus Pajale di Sulut.

BACA JUGA: BPTP Sulut Kembangkan Padi Inpari-31

Meski dalam kondisi panas (musim kemarau), teman-teman LO (Liason Officer) di masing-masing daerah terus menggerakkan petani untuk memanfaatkan daerah yang masih ada air. Seperti hari ini di Kabupaten Minahasa, LO sedang mendampingi penanaman padi varietas Inpari 31 Kelas SS, untuk ketersediaan benih tahun 2020, pada luasan 2 ha,” ungkapnya. | VERONICA DSK

Leave a Reply