Empat tersangka kasus peredaran Narkoba yang diamankan di Lapas Klas IIA Manado oleh Tim Subdit III Direktorat Narkoba Polda Sulut.
Empat tersangka kasus peredaran Narkoba yang diamankan di Lapas Klas IIA Manado oleh Tim Subdit III Direktorat Narkoba Polda Sulut.

Polda Konfrens Soal Kasus Narkoba di Lapas Klas IIA Manado

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Direktur Reserse Kriminal (Direskrim) Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan terlarang) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), Komisaris Besar (Kombes) Eko Widiyanto, Selasa 17 September 2019, menggelar konferensi pers (konfrens) terkait pengungkapan kasus Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Manado beberapa waktu lalu.

Tim Sub Direktorat (Subdit) III dipimpin Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dEifen S Welang, pada Kamis 29 Agustus 2019, Eko mengungkapkan, menerima informasi dari Lapas Kelas IIA Manado, telah ditemukan plastik bening yang diduga berisi Narkoba jenis shabu. Barang haram tersebut merupakan titipan milik lelaki AB. Tim kemudian berkoordinasi dengan pihak lapas untuk mengamankan lelaki AB.

Setalah dilakukan peneriksaan, AB mengaku bahwa barang titipan tersebut akan diserahkan pada napi berinisial NM alias Oping. Selanjutnya dilakukan interview dan napi Oping mengaku Narkoba tersebut dipesan napi berinisial AM alias Agap, lewat perantara seorang napi berinisial HS alias Henky. Narkotika jenis sabu ini dipesan dari Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Ketiga tersangka langsung diamankan dan dibawa ke Polda Sulut,” ungkapnya.

Kasus ini terus dikembangkan lewat penyelidikan hingga akhirnya pada hari Kamis 05 September, polisi kembali berhasil menangkap pelaku QB alias Qomar.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Qomar sudah empat kali mendapat kiriman dari Singkawang Kalimantan Barat. Setelah menerima paket anggota bersama Qomar menuju Polsek Kota Kotamobagu, membuka paket kiriman. Di dalam paket berisikan dua buah dodol dan di dalam dodol terselip satu paket narkotika jenis shabu. Rencananya paket shabu tersebut akan dibawah Qomar ke Lapas Tuminting, barang bukti 9,65 gram,” jelasnya.

Empat orang pelaku berhasil ditangkap, masing-masing NM alias Oping (34) warga Kelurahan Wonasa, AM alias Agap (35) warga Kelurahan Gogoman, HS alias Hengky (37) warga Kelurahan Singkawang Barat dan QB alias Qomar warga Kelurahan Mogolaing, Jumat 30 Agustus 2019 sekitar pukul 13.00 Wita

Sedangkan barang bukti yang berhasil didapat yaitu satu paket kecil sabu berat 0,92 gram (0,29 gram disisikan untuk uji laboratorium dan 0,63 gram sebagai barang bukti ke Pengadilan.

Para tersangka, Eko melanjutkan, dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan 1 bukan tanaman dipidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit Rp800 juta dan maksimum Rp8 miliar ‘serta’ percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat (1),” tambah Eko mengutib pasal yang disangkakan. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply