Seminari St Fransiskus Xaxerius Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Seminari St Fransiskus Xaxerius Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Seminari Kakaskasen, Berawal dari Woloan

Gedung seminari di Tomohon pertama kali dibangun Pastor Croonen di Woloan, Kecamatan Tomohon Barat dan diberkati pada 16 Januari 2019. Gedung seminari yang pertama ialah gedung Kweekschool yang pada waktu itu sudah menjadi Normaatschool (Sekolah Pendidikan Guru). Gedung tersebut sebenarnya sudah tidak layak pakai lagi, namun tidak ada tempat lain.

Tingkatan kelas seminari direncanakan, mulai dengan Probatorium (tingkat persiapan) dan dilanjutkan dengan Kelas Sexta, Quinta, Quarta, Tertia, Poesis dan Rhetorica. Mengingat kekurangan tenaga pengajar, maka penerimaan murid hanya dilaksanakan setiap jangka waktu dua tahun.

Pada Agustus 1929, mulailah seminari dengan murid-muridnya yang pertama. Karena tingkat pengetahuan para murid ini dianggap cukup, maka mereka langsung dapat duduk di tingkat Sexta. Dan sejak waktu itu pelajaran di seminari dapat berlangsung.

Pada Desember 1933, didirikanlah Akademi Albertina yang merupakan salah satu cara peningkatan ilmu pengetahuan para seminaris.

Tahun 1934-1935 merupakan tahun untuk tingkat Rhetorica yang pertama. Dengan adanya tingkat Rhetorica ini sebagai tingkat terakhir pendidikan di seminari menengah, muncullah persoalan yang baru kala itu, yakni pertanyaan-pertanyaan:

Bagaimana nasib mereka kemudian?

Dimanakah mereka harus melanjutkan studi filsafatnya?”

Persoalan ini akhirnya terjawab dengan penyewaan rumah Keluarga Boseke untuk jangka waktu satu tahun. Di rumah itulah tahun filsafat untuk para Rhetorica yang sudah tamat dimulai dengan Rektor pertamanya, Pastor C De Bruyn MSC.

Lahirnya Seminari Kakaskasen

Bertambahnya siswa-siswa ternyata menjadi kendala bagi pihak seminari. Sebab kompleks yang ada di Woloan sudah tidak dapat lagi menampung mereka semua. Beruntung pada saat itu dapat dibeli tanah kompleks radio pemerintah di Kakaskasen. Tanah tersebut dijual karena stasiunnya dipindahkan ke tempat yang lain.

Pembangunan fisik mulai dilaksanakan pada 01 januari 1936 oleh Br Boers cs dibantu oleh sukarelawan mapalus umat Katolik Woloan, Tomohon, Kakaskasen dan desa-desa sekitar.

Pada 04 November 1936, gedung tersebut kemudian diberkati oleh Mgr W Panis dahn dihadiri hampir semua tenaga misi wilayah Prefektur Apostolik Manado, Residen Manado bersama anggota pimpinan pemerintah yang lain.

Gedung baru itu pada mulanya dipergunakan untuk tahun filsafat dan tingkat Rhetorica. Tingkat-tingkat yang lain masih tinggal di Woloan.

Pembangunan kemudian dilanjutkan lagi dan akhirnya selesai pada Agustus 1937. Maka tahun sekolah 1937-1938 dapat dimulai dengan lancar.

Leave a Reply