Hukum Tua (Kumtua) Desa Kokoleh II, Ferry Rotti bersama perangkat dan masyarakat desanya.
Hukum Tua (Kumtua) Desa Kokoleh II, Ferry Rotti bersama perangkat dan masyarakat desanya.

Kumtua Kokoleh II Jelaskan Biaya Prona PTSL di Desanya

AIRMADIDI, publikreport.com – Hukum Tua (Kumtua) Desa Kokoleh II, Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Ferry Rotti membantah apabila pengurusan Prona PTSL (Proyek Operasi Nasional Agraria Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) di desanya mencapai Rp500 ribu.

Isu yang berkembang di masyarakat bahwa biaya pengurusan hingga Rp500 ribu, itu tidak benar. Sebab, selisih biaya diluar Surat Keputusan (SK) 3 Menteri yakni sebesar Rp150 ribu, itu merupakan partisipasi masyarakat,” tegasnya kepada wartawan, Senin 23 September 2019..

Sesuai sesuai SK 3 Menteri Nomor 25/SKB/V/2017, Nomor 590-3167A Tahun 2017 dan Nomor 34 Tahun 2017, pada pasal tujuh tentang besaran biaya sesuai wilayah. Untuk wilayah Sulut, biaya pengurusan Rp350 ribu/sertifikat.

“Ini sudah disosialisasikan kepada warga pada November 2018 lalu. Para penerima Prona PTSL tidak ada yang mengeluh karena mereka sepakat dan telah menandatangani surat bersama untuk membayar Rp500 ribu. Jadi kelebihan Rp150 ribu ini atas sukarela warga penerima untuk petugas pengukur dari BPN,” jelas Ferry.

BACA JUGA: 2019, 30 Desa Bakal Gelar Pilhut

BACA JUGA: Kumtua Matungkas Salurkan Sertifikat Tanah

Penyaluran Prona PTSL di Desa Kokoleh II, menurut Ferry, disalurkan 2 tahap. Tahap pertama sudah 76 penerima mendapatkan sertifikat Prona PTSL. Sisanya sebanyak kurang lebih 55 penerima, akan disalurkan dalam waktu dekat ini.

“Pembayaran dilakukan secara mencicil. Bahkan sampai saat ini masih ada yang belum lunas,” tambahnya. | GLENLY B

Leave a Reply