Lelaki berinisial DP alias Dar (45), warga Desa Awit, Kecamatan Beo Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ditangkap personil Kepolisian Sektor (Polsek) Beo, Senin 07 Oktober 2019, karena dilaporkan telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Kepala Desa (Kades) Awit, Tohman Paone (51) dan beberapa warga lainnya, pada Minggu 06 Oktober 2019, malam.
Lelaki berinisial DP alias Dar (45), warga Desa Awit, Kecamatan Beo Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ditangkap personil Kepolisian Sektor (Polsek) Beo, Senin 07 Oktober 2019, karena dilaporkan telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Kepala Desa (Kades) Awit, Tohman Paone (51) dan beberapa warga lainnya, pada Minggu 06 Oktober 2019, malam.

Pukul Kades, Dar Ditangkap

KRIMINALITAS

MELONGUANE, publikreport.com – Personil Kepolisian Sektor (Polsek) Beo, Senin 07 Oktober 2019, menangkap lelaki berinisial DP alias Dar (45), warga Desa Awit, Kecamatan Beo Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dar ditangkap karena dilaporkan diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Kepala Desa (Kades) Awit, Tohman Paone (51) dan beberapa warga lainnya, pada Minggu 06 Oktober 2019, malam.

Terima laporan, kami segera ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). Memastikan kondisi korban dan didapati beberapa warga beserta keluarganya juga dianiaya. Tersangka sudah diamankan dan ditahan di Mapolsek dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Beo, Inspektur Dua (Ipda) Johan Atang.

Peristiwa, menurut Johan, bermula ketika Kades sedang mengikuti rapat di gereja. Tiba-tiba seorang warga datang dan melaporkan telah terjadi keributan di desa setempat, tepatnya di depan rumah keluarga Wahe-Tatuno. Kades bergegas mendatangi TKP dan melihat tersangka sudah berada di depan rumahnya. Tersangka yang saat itu dalam keadaan mabuk berat, langsung menghampiri Kades dan menarik kerah bajunya.

Tersangka ditegur Kades, bukannya terima teguran itu, tersangka justru melayangkan ‘bogem mentah’ sebanyak tiga kali ke wajah sang Kades, hingga mengakibatkan luka di hidung dan mulut.

Tak berselang lama datang seorang warga, Hardi Wahe yang melerai penganiayaan tersebut. Setelah itu tersangka melarikan diri, sementara korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Beo.

Kami telah meminta keterangan dari pelapor dan para saksi. Kasus ini dalam penanganan lebih lanjut,” jelas Johan. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply