Polisi saat mengevakuasi lelaki MK alias Mat yang bunuh diri dengan cara gantung diri di ruang tamu sebuah rumah kontrakan yang berada di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 08 Oktober 2019.
Polisi saat mengevakuasi lelaki MK alias Mat yang bunuh diri dengan cara gantung diri di ruang tamu sebuah rumah kontrakan yang berada di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 08 Oktober 2019.

Terlilit Hutang, Mat Gantung Diri di Rumah Kontrakan

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Warga Kota Tomohon, Selasa 08 Oktober 2019, sore, dihebohkan dengan adanya seorang lelaki yang bunuh diri dengan cara gantung diri di ruang tamu sebuah rumah kontrakan yang berada di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Warga menemukan mayat tersebut tergantung pada seutas tali.

“Benar telah ditemukan seorang lelaki MK alias Mat di dalam ruang tamu rumah kontrakan akibat gantung diri. Oleh keluarga, jenazah korban sudah dimakamkan di TPU (Teman Pemakaman Umum) Muslim Kota Tomohon” jelas Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tomohon Selatan, Inspektur Satu (Iptu) Widodo.

Korban, menurut Widodo, kesehariannya dikenal berprofesi sebagai tukang dan tinggal di rumah kontrakan. Korban pertama kali ditemukan oleh lelaki Margono. Margono datang ke rumah kontrakan itu dengan maksud mengajak korban untuk kerja di rumah mertuanya.

Tiba di rumah kontrakan, saksi mengetuk pintu yang terkunci dari dalam. Karena tidak ada jawaban dari dalam rumah, saksi kemudian melihat dari ventilasi rumah. Dirinya terkejut melihat korban tergantugn pada seutas tali di ruang tamu.

Melihat hal itu saksi membuka paksa pintu rumah dengan cara mendobraknya. Ketika berhasil masuk saksi melihat korban sudah tidak bergerak. Dirinya pulang dan menceritakan hal tersebut kepada isteri korban yang sedang berada di rumah orang tuanya yakni kios bakso di Kelurahan Matani III, Kecamatan Tomohon Tengah.

Isteri korban, Wiwi Nirwati (34), kepada polisi mengatakan, terakhir berbicara dengan korban paa Senin 07 Oktober 2019 sekitar pukul 22.00 WITA melalui Handphone (Hp). Saat itu kepada dirinya korban mengatakan berada di Manado dan akan segera kembali ke Tomohon.

Wiwi melanjutkan, setahu dirinya korban memiliki hutang, namun berap besar tidak diketahuinya. “Dia (korban) pernah mengatakan kepada saya akan mengakhiri hidup. Dan dia memang sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menggunakan pisau, dan saya berhasil mencegahnya,” jelasnya. | TOMMY WAHANI

Leave a Reply