Kantor Sinode GMIM di Kuranga, Kelurahan Talete II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.
Kantor Sinode GMIM di Kuranga, Kelurahan Talete II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

BPMS GMIM Dilaporkan ke Polda dan Mabes Polri

HUKUM

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak berhenti bergejolak pascaterjadi dualisme pengelola, antara Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan Yayasan Ds AZR Wenas. Dualisme ini mucul setelah Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM mengalihkelolakan UKIT dari YPTK kepada Yayasan Ds AZR Wenas.

Kendati demikian pihak YPTK tetap melanjutkan aktifitas Rektorat UKIT. Karena, menurut mereka proses alih kelola ke Yayasan AZR Wenas yang didukung oleh BPMS tidak sejalan dan menabrak putusan hukum positif. Konflik memuncak pada 11 Juli 2019. BPMS yang dipimpin langsung oleh ketua, Pendeta Dr Hein Arina, datang dan menghalau jajaran pengurus YPTK dan Rektorat UKIT dari kantor yang berada di kompleks Bukit Inspirasi, Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara.

“Kami mengalah, tapi telah melakukan langkah hukum. Kami sudah melaporkan kasus pengambilan aset-aset YPTK oleh BPMS ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulut dan ke Mabes (Markas Besar) Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia),” ungkap Ketua YPTK, Ferry Mailangkay, Kamis 17 Oktober 2019.

“Aset-aset dimaksud termasuk perguruan tinggi UKIT. Karena aksi mereka sudah mengambil UKIT dari YPTK,” tegasnya.

Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik, Nixon Kawuwung membenarkan langkah hukum yang diambil YPTK terhadap BPMS.

“Benar. Pihak Yayasan sudah melakukan langkah-langkah hukum demi kelanjutan UKIT. Hal ini makin menguatkan kami di Rektorat untuk tetap maju menjalankan amanat negara melalui lembaga pendidikan yang dikelola YPTK,” katanya.

Prof Dr Mezak Ratag Berkomitmen Menuntaskan Penyatuan Data Mahasiswa UKIT

Rektor UKIT YPTK, Pendeta Dr Richard AD Siwu menyatakan komitmannya untuk berjuang mempertahankan eksistensi UKIT.

“Kita bertekad agar UKIT tetap eksis. Setelah terhalau dari kampus sebelumnya. Kita sekarang bergeser tempat di Wisma Hill ini. Ini kita namakan Kampus Perjuangan,” ujarnya.

Terpidana Kasus Block Grant UKIT Bersuara

Mantan Rektor UKIT Yayasan Ds AZR Wenas, Prof Dr Mezak Ratag menyatakan mendukung perjuangan pihak YPTK.

“Sekarang saya ada bersama dengan YPTK karena sudah berkomitmen untuk membantu penyatuan UKIT. Memang sekarang tidak lagi Rektor UKIT karena sudah diberhentikan oleh BPMS. Tapi kita ada tanggung jawab moral pada ribuan mahasiswa UKIT,” jelasnya saat menghadiri ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Pendeta Dr Richard AD Siwu.

Kasus UKIT dan Wibawa GMIM

Leave a Reply