Penanaman jagung di demplot perbenihan milik kelompok tani (poktan) Abdi Tani Mandiri di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sekaligus peragaan penanaman dengan menggunakan alat tanam benih jagung (corn planter), Jumat 18 Oktober 2019.
Penanaman jagung di demplot perbenihan milik kelompok tani (poktan) Abdi Tani Mandiri di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sekaligus peragaan penanaman dengan menggunakan alat tanam benih jagung (corn planter), Jumat 18 Oktober 2019.

Jagung Hibrida Sudah Dikaji Balitbangtan BPTP

AIRMADIDI, publikreport.com – Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), Dr Yusuf menegaskan, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan gerakan tanam varietas unggul baru, jagung hidrida di Sulut. Balitbangtan BPTP sebagai sumber inovasi teknoklogi pertaniani spesifik di Sulut akan memberikan pendampingan dari sisi teknologi. Karena produksivitas akan maksimal bila ada sinergitas antara komponen-komponen produksinya.

Terkait teknologi produksi jagung hibrida Balitbangtan BPTP Sulut sudah mengkajinya selama tiga tahun. Masing-masing di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Minahasa, Minahasa Selatan (Minsel) dan Bolaang Mongondow (Bolmong), hasilnya di atas rata-rata produksi,” kata Yusuf pada gerakan tanan varietas unggul baru jagung hibrida di kawasan Matungkas dan Suwaan, Kabupaten Minut tepatnya di lahan kelompok tani (poktan) Abdi Tani Makmur seluas 5 hektar, Jumat 18 Oktober 2019. Gelaran teknologi produksi benih vareitas unggu jagung hibrida ini dilaksanakan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balit Serelia dan Balitbangtan BPTP Sulut, dengan tujuan menjadikan benih unggul jagung hibrida karya anak bangsa menjadi raja di rumahnya sendiri.

Kita di Sulut siap sukseskan produksi benih jagung hibrida hasil karya anak bangsa,” tegasnya.

Kepala Balit Serealia, Dr Muhamad Azrai menjelaskan, Sulut dipilih Kementan karena prestasi yang telah diamati selama tiga tahun terakhir.

Kami melakukan kegiatan perbanyakan di Sulut dan sangat baik. Untuk itu, saya mengusulkan ke atasan untuk 400 ha (hektar) produksi di tahun ini kalau bisa 200 ha-nya di Sulut. Dan kita syukuri itu terealisasi,” bebernya.

Terkait dengan prestasi ini, Azrai mengatakan, juga diiringi dengan pemberian bantuan benih hibrida (lagi) sebanyak 3.000 kg (kilogram) untuk dibagikan di Sulut. Kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, didorongnya segera membuat surat untuk fasilitas bantuan benih ini.

Bantuan ini agar dimanfaatkan dengan baik oleh petani,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Novly Wowiling mengaku mengapresiasi kebijakan Kementan melaksanakan gelar teknolog produksi benih jagung hibrida di Sulut. Bicara soal produksi jagung, menurutnya, Sulut bukan hal baru dan harus didorong lagi.

Sulut selain sudah memproduksi untuk kebutuhan sendiri daerah, baik konsumsi dan untuk pakan ternak, kita juga termasuk suplayer ke daerah lain, termasuk ke Gorontalo. Hanya kita sedikit kalah brand saja,” jelasnya.

Ketika program itu berjalan, nilai tambah itu dimiliki petani kita,” sambungnya.

Leave a Reply