Alexander Pangkey, warga Malendeng, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang sehari-hari adalah guru agama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Igthus Manado, harus meregang nyawa setelah mendapat tikaman dari siswanya yang berinsial FL alias Fad (15). Peristiwa terjadi Senin 21 Oktober 2019, saat proses belajar mengajar sedang berlangsung di sekolah itu.
Alexander Pangkey, warga Malendeng, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang sehari-hari adalah guru agama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Igthus Manado, harus meregang nyawa setelah mendapat tikaman dari siswanya yang berinsial FL alias Fad (15). Peristiwa terjadi Senin 21 Oktober 2019, saat proses belajar mengajar sedang berlangsung di sekolah itu.

Dengan Sajam, Siswa Ini Aniaya Guru

KRIMINALITAS | PENDIDIKAN

MANADO, publikreport.com – Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin 21 Oktober 2019, tega menganiaya guru di sekolahnya bernama, Alexander Pangkey, warga Malendeng, Kota Manado. FL alias Fad (15), menganiaya gurunya di saat pelajaran sekolah sementara berlangsung dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau badik.

Pascakejadian, kami langsung mencari tersangka dan menghubungi orang tuanya yang kebetulan rumahnya tak jauh dari sekolah tersebut. Sekitar pukul 13.00 WITA, mereka (orang tua) menyerahkan tersangka ke Kepolisian Sektor (Polsek) Mapanget,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mapanget, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muhlis Suhani.

Sementara Kepala SMK Ichthus, Katarina Lapagu kepada polisi menceritakan, kronologi kejadian korban yang merupakan guru agama menegur siswa itu (tersangka) dan temannya yang sedang merokok di sekolah.

Tak terima dengan teguran tersebut, tersangka kemudian pulang ke rumahnya, dan kembali lagi ke sekolah sambil membawa sajam jenis badik. Melihat korban sedang berada di atas sepeda motor jenis Suzuki Nex DB 3261 AI di sekolah, tanpa basa-basi tersangka langsung menghujamkan 9 tusukan ke korban.

Akibat luka tikaman tersebut, korban dilarikan di Rumah Sakit (RS) AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia), selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandouw Malalayang, Manado. Kondisi korban tak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia.

Saat ini tersangka sudah ditahan dan diserahkan ke Polresta (Kepolisian Resort Kota) Manado untuk proses hukum lebih lanjut,” tambah AKP Muhlis Suhani. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply