Ilustrasi.
Ilustrasi.

Wakapolda: Kejahatan di Sulut Angkanya Cukup Banyak

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Utara (Sulut), Brigadir Jenderal (Brigjen) Alex Mandalika mengungkapkan, data kejahatan di Sulut. Hingga September 2019, terjadi kejahatan konvensional di Sulut sebanyak 3.675 kasus, kejahatan transnasional sebanyak 147 kasus, kejahatan terhadap kekayaan negara sebanyak 107 kasus dan kejahatan berimplikasi kontijensi sebanyak 251 kasus dan kasus lakalantas (kecelakaan lalu lintas) sebanyak 1.553 kasus.

Hal ini menggambarkan bahwa jumlah kejahatan yang terjadi di Sulut cukup banyak, sehingga perlu mendapat perhatian secara serius dari seluruh personil bahkan pemerintah dan masyarakat,” ungkap Brigjen Alex Mandalika di depan Tim Rojianstra SOPS Mabes Polri yang dipimpin Komisaris Besar (Kombes) Imam Sayuti yang melakukan pengkajian tentang daerah rawan kejahatan konvensional, transnasional yang merugikan kekayaan negara dan yang berimplikasi kontijensi, Rabu 30 Oktober 2019m, di aula Tribrata Mapolda Sulut.

Salah satu faktor pemicu terjadinya kejahatan konvensional, menurut Alex, karena kebiasaan masyarakat mengkonsumsi minuman keras (miras).

Ini sangat berpengaruh dalam pergaulan dan gampang tersulut emosinya jika sudah mengkonsumsi miras, termasuk menjadi penyebab terjadinya laka lantas,” jelasnya.

Dengan adanya pengkajian tentang daerah rawan kejahatan konvensional, transnasional yang merugikan kekayaan negara dan yang berimplikasi kontijensi oleh tim dari Mabes Polri, Alex berharap, dapat menjadi masukan yang bermanfaat dan personil lebih mampu memetakan daerah rawan kejahatan konvensional.

Kegiatn ini sangat bermanfaat bagi Polda Sulut dan jajaran dalam rangka mengantisipasi potensi konflik sehingga tidak menjadi gangguan kamtibmas (kemanan dan ketertiban masyarakat) atau gangguan nyata,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri para pejabat utama Polda Sulut, perwakilan fungsi kepolisian terkait, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), perwakilan Tokoh Agama/Masyarakat/Adat/Pemuda. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply