Alexander Andries (AA) Maramis.
Alexander Andries (AA) Maramis.

AA Maramis Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

Berdasarkan pertemuan Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dengan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) pada 06 November 2019 dan surat Menteri Sosial (Mensos) Nomor: 23/MS/A/09/2019 tertanggal 09 September 2019, perihal usulan calon Pahlawan Nasional 2019, Alexander Andries (AA) Maramis ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Penobatan gelar Pahlawan Nasional, rencananya akan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, 08 November 2019.

Untuk penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada AA Maramis yang merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) asal Sulawesi Utara (Sulut), Kementerian Sosial (Kemensos) mengundang Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey dan sejumlah ahli waris dari AA Maramis.

BACA JUGA: AA Maramis
BACA JUGA: Alex Andries Maramis

Penobatan gelar Pahlawan Nasional ini juga berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Sulut yang menyetujui dan merekomendasikan AA Maramis untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, sebagaimana tertuang dalam surat rekomendasi Gubernur Sulut tertanggal 11 Mei 2018. Rekomendasi ini merujuk pada rumusan hasil seminar AA Maramis menuju Pahlawan Nasional pada 29 Oktober 2015 di Novotel Manado. Juga berdasarkan hasil sidang Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah Provinsi Sulawesi Utara (TPGD) tanggal 11 Mei tahun 2018.

BACA JUGA: Enam Tokoh Bangsa Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey mengatakan AA Maramis termasuk salah seorang tokoh dalam panitia lima yang ditugaskan pemerintah untuk merumuskan Pancasila.

BACA JUGA: Sejarah Terciptanya Pancasila

Banyak jasa beliau bagi negeri ini. Makanya saya menyetujui dan merekomendasikan AA Maramis sebagai Pahlawan Nasional,” katanya.

Berkat jasa-jasanya, nama AA Maramis diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Manado, juga ada monumen AA Maramis di Paniki Bawah, jalan raya menuju Bandara Sam Ratulangi. Monumen setengah badan berwarna hijau ini diresmikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) pada 15 November 1985. | VERONICA DSK

Leave a Reply