Ilustrasi.
Ilustrasi.

CPNS 2019, Lowongan untuk Lulusan SLTA

JAKARTA, publikreport.com – Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengalokasikan 2.000 formasi untuk lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)/sederajat. 2.000 formasi untuk SLTA ini, termasuk dalam 5.203 CPNS yang akan direkrut Kejagung.

Dari 5.203 CPNS yang akan direkrut itu 1.000 orang diantaranya merupakan lulusan SLTA/sederajat akan ditempatkan pada formasi pengawal tahanan/narapidana. Selain itu, 1.000 formasi lulusan SLTA/sederajat lainnya akan ditempatkan pada formasi pengemudi pengawal tahanan. Sisanya untuk posisi Jaksa Ahli Pertama sebagai 986 formasi, Pranata Barang Bukti 720 formasi, Pengolah Data Perkara dan Putusan 569 formasi, Pranata Komputer Ahli Pertama 533 formasi, Arsiparis Pelaksana Terampil 137 formasi, Auditor Ahli Pertama 130 formasi, dan lainnya untuk dokter, perawat, dan sebagainya,” jelas Jaksa Agung Muda Pembinaan, Bambang Sugeng Rukmono, selaku Ketua Panitia Seleksi Pengadaan CPNS Kejaksaan RI lewat pengumumannya tertanggal 05 November 2019.

Persyaratan umum yang harus dipenuhi bagi pelamar, menurut Bambang, diantaranya yaitu:

1.Usia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat melamar;

2. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih;

3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil), prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

4. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), PNS, prajurit TNI atau anggota Polri:

5. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.

Setiap pelamar harus mendaftar melalui laman https://sscasn.bkn.go.id untuk mendapatkan user dan password dengan menggunakan Nomor lnduk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kepala Keluarga atau nomor Kartu Keluarga (KK),” papar Bambang.

Pelamar, Bambang mengatakan, hanya dapat mendaftar pada satu jabatan dalam satu formasi (Formasi Umum/Formasi Khusus Lulusan Terbaik (Cumlaude)/Formasi Khusus Putra-Putri Papua dan Papua Barat/Formasi Khusus Disabilitas) di satu instansi.

BACA JUGA: CPNS 2019, Kementerian Hukum dan HAM Rekrut Lulusan SLTA

Peserta Seleksi CPNS Tahun 2018 yang dinyatakan lulus semua tahapan ujian dan telah diangkat menjadi CPNS dan telah memperoleh NIP dan telah mengundurkan diri, Bambang menegaskan, tidak boleh mendaftar sebagai peserta seleksi CPNS Kejaksaan RI 2019.

Keputusan panitia seleksi tidak dapat diganggu gugat,” tegasnya. | DORANG

Leave a Reply