Penulis Senior Maman Suherman saat menjadi juri Anugerah ASN di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu 06 November 2019.
Penulis Senior Maman Suherman saat menjadi juri Anugerah ASN di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu 06 November 2019.

ASN Diharap Menjadi Inspirasi dan Teladan Dimedan Pengabdian

JAKARTA, publikreport.com – Penulis Senior, Maman Suherman mengatakan ajang Anugerah ASN (Aparatur Sipil Negara) 2019, adalah sebuah upaya menularkan nilai-nilai positif sehingga ASN dapat menjadi inspirasi dan teladan dimedan pengabdian di manapun mereka bekerja. Melalui ajang ini pula, diharapkan dapat menghilangkan stigma negatif PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang sering dianggap sebagai pilihan terakhir atau alternatif dalam berprofesi.

Selama tiga hari menjadi juri Anugerah ASN 2019, saya punya optimisme yang tinggi bahwa ASN kita bisa menjadi ikon yang semakin baik dan diperhitungkan di masa depan,” kata Maman di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rabu 06 November 2019.

Anugerah ASN 2019, menurut Maman, sedikit berbeda dengan tahun lalu. Alasannya, tahun ini terdapat kategori baru, yakni The Future Leader.

Kategori ini merupakan sebuah kemajuan karena mampu memotret ASN yang bisa menjadi pemimpin di masa depan,” kata Maman yang telah menjadi juri sejak Anugerah ASN 2018.

Terwujudnya Indonesia Emas 2045, Maman menjelaskan, harus ditunjang dengan ASN yang menguasai enam literasi untuk bisa bersaing di era digital. Enam literasi dasar tersebut antara lain literasi baca tulis, numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Literasi dasar tersebut harus diikat dengan empat kompetensi dasar, yakni kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan critical thinking.

Saya berharap virus-virus literasi seperti ini untuk selalu dikembangkan dan mengajak kita untuk selalu menjadi pembelajar seumur hidup di berbagai bidang pengabdian,” jelasnya.

Juri lain dalam ajang Anugerah ASN 2019, Ahmad Nugraha mengatakan, ajang ini sangat positif dan harus terus didorong di semua kementerian dan lembaga. Hal ini dikarenakan Indonesia butuh penguatan literasi digital melalui narasi-narasi positif yang ada di khasanah kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Penguatan literasi digital, menurutnya penting untuk terus digalakkan guna menangkal informasi hoaks yang kerap menyebar di belantara internet.

“Di tengah banyaknya berita-berita tidak baik, hoaks dan lain sebagainya kita harus imbangi dan bahkan harus lampaui dengan narasi-narasi baik, cerita-cerita baik, prestasi-prestasi baik dan ternyata banyak sekali di ASN di Indonesia,” kata Ahmad yang juga merupakan Pegiat Literasi Digital.

Leave a Reply