Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Badan Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), Dr Yusuf dan Kepala Balitserelia di Maros, Dr Mohammad Azrai saat menunjukan calon benih Nasa-20, salah satu varietas jagung hibrida karya anak bangsa yang sudah adaptifd I Sulut dan siap dihilir-deraskan Balitbangtan BPTP Sulut bersama PT Kenos Cahaya Bangsa.
Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Badan Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), Dr Yusuf dan Kepala Balitserelia di Maros, Dr Mohammad Azrai saat menunjukan calon benih Nasa-20, salah satu varietas jagung hibrida karya anak bangsa yang sudah adaptifd I Sulut dan siap dihilir-deraskan Balitbangtan BPTP Sulut bersama PT Kenos Cahaya Bangsa.

Bibit Jagung Hibrida ‘Karya Anak Bangsa’ Disebar

MANADO, publikreport.com – Pengembangan jagung hibrida nasional hasil karya anak bangsa terus dilakukan Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Badan Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut) sebagai sumber teknologi spesifik. Senion 11 November 2019, Kepala Balitbangtan BPTP Sulut, Dr Yusuf menyerahkan jagung hibrida ‘karya anak bangsa’ varietas Nakula Sadewa 29, JH-37 dan JH-45 kepada Komisaris Utama PT Kenos Cahaya Abadi, Jimmy Tampi, untuk diseminasikan di lokasi, lahan seluas sekitar 25 hektar yang menjadi rencana pengembangan pabrik gula oleh perusahaan itu.

Kami siapkan inovasi teknologinya. Ini langkah yang baik, kita bangun kerjasama yang saling menguntungkan. Varietas jagung hasil Balitbangtan ini memiliki keunggulan dari varietas yang ada saat ini,” kata Yusuf.

Kepala Baliserelia di Maros, Dr. Mohammad Azrai, menjelaskan, Baliserelia sudah banyak hasilkan varietas-varietas unggul, termasuk varietas yang akan diperkenalkan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) pada lahan PT Kenos Cahaya Bangsa. Balitbangtan juga saat ini sedang mengembangkan korporate dengan penangkar di Minahasa, tepatnya di Kecamatan Remboken dengan luas 200 ha (hektar).

Tahun 2019 ini, Azrai melanjutkan, Direktorat Perbenihan Ditjen (Direktorat Jenderal) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), mengalokasikan anggaran untuk program perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani seluas 253,4 ha di Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara (Minut), Minahasa Selatan (Minsel), Minahasa Tenggara (Mitra) dan Kota Tomohon. Varietas yang dikembangkan yaitu varietas Nasa 29.

Varietas Nasa 29 ini hasilnya telah dirasakan petani,” jelas Azrai dalam satu diskusi dengan bersama Kepala Balitbangtan BPTP Sulut, Dr Yusuf dan Komisaris Utama PT Kenos Cahaya Bangsa, Jimmy Tampi, belum lama ini.

Potensi Sulut dan komitmen yang ada, menurut Azrai menjadi perhatian mereka. Terkait dengan kerjasama ini, Balitserelia tetap mensupport Balitbangtan BPTP Sulut dalam menghilir-deraskan inovasi teknologi inovasi jagung hibrida bekerjasama dengan PT Kenos Cahaya Bangsa.

Leave a Reply