Golfried Pella, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Golfried Pella, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Guna Produksi Kain Koffo, Pisang Hote Kembali (Akan) Dikembangkan

TAHUNA, publikreport.com – Tanaman Abaka di Indonesia hanya ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Di Sangihe tanaman tersebut dikenal warga dengan sebutan Pisang Hote. Petani kurang meminati tanaman tersebut, padahal pasarnya sangat menjanjikan, harga jual bisa mencapai puluh juta per kilogram (kg) untuk serat yang telah diolah.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Golfried Pella tak menepisnya dikonfirmasi wartawan, Rabu 13 November 2019. Menurutnya, tanaman Abaka sudah pernah dikembangkan pada tahun 2012, lalu, tapi belum diminati petani. Namun berhubung saat ini kain Koffo (kain khas Sangihe) sudah dikenal dan banyak dicari orang, termasuk sudah ada suport dari pak bupati, tanaman Abaka akan kembali dikembangkan.

Meski kurang diminati petani, tanaman tanaman abaka akan kembali dikembangkan di Sangihe. Sebab saat ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga tengah mengembangkan produk kain Koffo yang merupakan kain khas Sangihe yang notabene bahan bakunya dari serat Abaka,” jelasnya.

Sebagai lumbung bahan baku Abaka di tanah air, Golfried melanjutkan, tidak sulit mengembangkan tanaman yang juga menjadi sumber bahan baku pembuatan tali kapal, kertas cek serta bahan mata uang kertas dollar. A|palagi varietas Abaka Sangihe bisa tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Selain bisa ditanam dimana saja, ada beberapa wilayah dataran tinggi yang sudah kami siapakan untuk pengembangan pisang Hote (Abaka), termasuk di wilayah kampung Lenganeng yang telah lebih dulu dikembangkan dan wilayah dataran tinggi kampung Malamenggu,” ungkapnya.

Khusus untuk pengolahan Abaka dari bahan mentah menjadi serat, Golfried mengatakan, instansi yang dipimpinnya telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan (DinPerindag) Kabupaten Kepulauan Sangihe, termasuk untuk pengembangan pemasarannya.

Soal pengolahan dan pemasaran serat Abaka saya bersama pak Feliks Gaghaube (Kepala Dinperindag Sangihe) sudah berkoordinasi dan pembicarakan hal ini,” ujarnya.  | VEBE

Leave a Reply