Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pengembangan Jagung Nasa-29 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) antara PT Kenos Buana International dan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Badan Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara, Dr Yusuf, Rabu 13 November 2019 di Four Point by Sheraton Hotel, Manado.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pengembangan Jagung Nasa-29 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) antara PT Kenos Buana International dan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Badan Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara, Dr Yusuf, Rabu 13 November 2019 di Four Point by Sheraton Hotel, Manado.

Ribuan Ha Lahan di Bolmut Akan Ditanami Jagung Nasa-29

MANADO, publikreport.com – Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sedang melakukan perbanyakan Jagung Nasa-29 di Sulawesi Utara (Sulut) tepatnya di Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa. Perbanyakan jagung ini dilakukan di lahan seluas 200 hektar (ha). Hal ini dipersiapkan untuk memenuhi permintaan benih dari petani di Sulut.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Badan Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) Sulut, Dr Yusuf, usai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Kenos Benua International terkait pengembangan pertanian Jagung Nasa-29 di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), bertempat di Four Points by Sheraton Manado, Rabu 13 November 2019.

Kegiatan ini adalah korporasi dengan petani penangkar untuk produksi benih Jagung hibrida Nasa-29,” ujarnya.

Permintaan petani terkait benih jagung, menurut Yusuf, sering terganggu dengan ketersediaan yang tidak tepat waktu. Sehingga Kementan berkomitmen mendekatkan sedekat-dekatnya kepada petani inovasi teknologi hasil karya anak bangsa, benih Jagung hibrida Nasa-29 untuk jadi tuan/raja di negerinya sendiri.

Benih Jagung Nasa-29, Yusuf menegaskan, tidak kalah dengan jagung multi nasional lainnya. Dengan catatan harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk setiap varietas unggul baru (VUB) yang dihasilkan.

Balitbangtan BPTP Sulut, Yusuf melanjutkan, adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) pusat di daerah sebagai sumber inovasi teknologi pertanian spesifik lokal, akan terus melakukan diseminasi hasil-hasil karya anak bangsa untuk dihilir-deraskan pada pengguna.

Teknologi itu sudah kami lakukan kajian spesifik lokasi, seperti Jagung Nasa-29, kita sudah adaptasikan selama tiga tahun di Sulut. Hasilnya sangat baik dan diterima masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA: Bibit Jagung Hibrida ‘Karya Anak Bangsa’ Disebar

Wakil Bupati Kabupaten Bolmut, Amin Laseena yang menghadiri penandatanganan tersebut mengaku sangat mendukung rencana pengembangan Jagung Nasa-29 di Bolmut. “Kehadiran PT Kenos Cahaya Bangsa kan menggairahkan petani jagung di Bolmut pada khususnya dan Sulut pada umumnya,” ujarnya.

Komisaris Utama PT Kenos Cahaya Bangsa, Jimmy Tampi mengaku pihaknya sangat berkomitmen untuk mengembangkan pertanian di Sulut. Alasannya sektor pertanian sangat menjanjikan, peluang sangat terbuka untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Adalah tidak salah saya kebetulan berjumpa dengan Balitbangtan BPTP Sulut. Ini anugerah Tuhan, harus disyukuri. Ternyata inovasi teknologi terkait dengan jagung tidak hanya sebagai pakan ternak, tapi dapat diurai lagi turunannya. Teknologi itu ada di Balitbangtan,” ungkapnya.

Leave a Reply