Tim URC Totosik Polres Tomohon, mengamankan dua lelaki remaja berinisial AMN alias Andre (15) dan Am alias Ansel (17), Rabu 20 November 2019, sektiar pukul 22.30 WITA, kemudian diserahkan ke Mapolsek Tomohon Tengah. Keduanya diamankan karena dilaporkan diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terhadap lelaki berinisial RRP alias Rivo, warga Kelurahan Woloan I Utara, Kecamatan Tomohon Barat.
Tim URC Totosik Polres Tomohon, mengamankan dua lelaki remaja berinisial AMN alias Andre (15) dan Am alias Ansel (17), Rabu 20 November 2019, sektiar pukul 22.30 WITA, kemudian diserahkan ke Mapolsek Tomohon Tengah. Keduanya diamankan karena dilaporkan diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terhadap lelaki berinisial RRP alias Rivo, warga Kelurahan Woloan I Utara, Kecamatan Tomohon Barat.

Lakukan Penganiayaan, Dua Warga Taratara Ini Ditangkap Polisi

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Dua lelaki remaja berinisial AMN alias Andre (15) dan Am alias Ansel (17), keduanya tercatat warga Kelurahan Taratara III, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 20 November 2019, sektiar pukul 22.30 WITA, diamankan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon. Keduanya diamankan karena dilaporkan diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terhadap lelaki berinisial RRP alias Rivo, warga Kelurahan Woloan I Utara, Kecamatan Tomohon Barat.

“Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, bahwa telah terjadi pengeroyokan di kompleks Rumah Makan (RM) Pesona Alam, Kelurahan Taratara. Turut diamankan barang bukti berupa sebuah kayu dan pisau,” kata Kepala Tim (Katim) URC Totosik Polres Tomohon, Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung.

Dari interogasi awal Tim Totosik, salah satu tersangka, AM alias Ansel mengaku, hal ini dilakukan karena dirinya cemburu dan marah kepada korban. Pasalnya, korban ditudingnya telah menjalin hubungan dengan pacarnya. Alasan inilah kemudian Ansel mengajak Andre untuk bersam-sama melakukan pengeroyokan terhadap Rivo.

“Pelaku sudah diserahkan ke Mapolsek (Markas Kepolisian Sektor) Tomohon Tengah,” ujar Yanny.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tomohon Tengah, Komisaris Polisi (Kompol) Cilion Diar menjelaskan, tindak pidana pengeroyokan dilatarbelakangi rasa cemburu dari salah satu pelaku.

“Kejadian ini kemungkinan besar telah direncanakan terlebih dahulu. Karena berdasarkan pengakuan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Ansel sebelumnya menggunakan WA (WhatsApp) milik pacarnya, dan membuat janji serta mengajak korban Rivo, untuk bertemu di TKP,” jelasnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply