Seorang perempuan berinisial VR alias Vira (20), warga Taratara II, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), anggota kelompok anak punk yang kerap mangkal di lahan kosong samping Akper (Akademisi Keperawatan) Bethesda Tomohon, diamankan Tim URC Totosik Polres Tomohon dan diserahkan ke Mapolsek Tomohon Tengah, karena telah melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial VS alias Vena (13) yang bekerja di rumah makan dekat tempat kumpul para anak punk itu.
Seorang perempuan berinisial VR alias Vira (20), warga Taratara II, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), anggota kelompok anak punk yang kerap mangkal di lahan kosong samping Akper (Akademisi Keperawatan) Bethesda Tomohon, diamankan Tim URC Totosik Polres Tomohon dan diserahkan ke Mapolsek Tomohon Tengah, karena telah melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial VS alias Vena (13) yang bekerja di rumah makan dekat tempat kumpul para anak punk itu.

Totosik Bubarkan Kelompok Anak Muda, Vira Aniaya Vena

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Merespons keluhan/laporan masyarakat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Rabu 20 November 2019, membubarkan sekelompok anak muda (punk) yang kerap berkumpul di lahan kosong samping Akper (Akademi Keperawatan) Bethesda Tomohon.

Tim yang dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung di lokasi menemukan kumpulan anak muda (putera/puteri) yang sedang berkumpul. Dilakukan pemeriksaan, diberikan imbauan selanjutnya dibubarkan.

Parahnya, saat kelompok anak punk ini membubarkan diri, salah seorang perempuan berinisial VR alias Vira (20), warga Taratara II, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kemudian mendatangi rumah makan di dekat lokasi dan tanpa sebaga menganiaya perempuan berinisial VS alias Vena (13) yang bekerja di rumah makan itu. Vira diduga menampar pipi dan menjambak rambut Vena.

Mendapati hal tersebut, Tim Totosik kemudian mengamankan Vira dan membawanya ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) T omohon Tengah. Sedangkan Vena diarahkan untuk membuat laporan kepolisian.

“Alasan Vira sehingga melakukan penganiayaan kepada Vena, karena dia merasa kurang senang dan tidak terima, saat kelompoknya dibubarkan oleh Tim Totosik. Sehingga dia mencari pelampiasan untuk menyalurkan kekesalannya,” kata Bripa Yanny Watung.

“Vena mengalami bengkak pada bagian pipi dan bibir dan sakit pada bagian kepala,” tambahnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply