Dua lelaki berinisial JPP alias Aldo dan RM alias Icat, keduanya warga Desa Kolongan Atas, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 24 November 2019, sekitar jam 00.30 WITA, dini hari, diamankan personil Kepolisian Sektor (Polsek) Sonder karena dilaporkan diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan pengeroyokan terhadap anak muda lainnya, berinisial DAN alias Fian, warga Desa Kolongan Atas. Pengeroyokan terjadi di Jaga I, Desa Kolongan Atas, pada dini hari itu.
Dua lelaki berinisial JPP alias Aldo dan RM alias Icat, keduanya warga Desa Kolongan Atas, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 24 November 2019, sekitar jam 00.30 WITA, dini hari, diamankan personil Kepolisian Sektor (Polsek) Sonder karena dilaporkan diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan pengeroyokan terhadap anak muda lainnya, berinisial DAN alias Fian, warga Desa Kolongan Atas. Pengeroyokan terjadi di Jaga I, Desa Kolongan Atas, pada dini hari itu.

Terjadi di Sonder, Pesta Miras Berujung Pengeroyokan

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Minggu 24 November 2019, sekitar jam 00.30 WITA, dini hari, personil Kepolisian Sektor (Polsek) Sonder mengamankan dua lelaki berinisial JPP alias Aldo dan RM alias Icat, keduanya warga Desa Kolongan Atas. Kedua anak muda ini diamankan karena dilaporkan diduga telah melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap anak muda lainnya, berinisial DAN alias Fian, warga Desa Kolongan Atas. Pengeroyokan terjadi di Jaga I, Desa Kolongan Atas, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada dini hari itu.

“Keduanya sudah diamankan di Mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sonder, Inspektur Dua (Ipda) H Talumepa.

Sementara warga yang ketika itu berada di tempat kejadian perkara kepada polisi menceritakan, pengeroyokan berawal ketika korban dan pelaku serta beberapa rekan mereka menghadiri pesta di Desa Kolongan Atas. Di acara itu mereka terlibat pesta minuman keras (miras) dan terjadi kesalahpahaman antara pelaku dan korban. Dari kesalahpahaman itu, Aldo disinyalir memukul Fian, namun bisa dilerai dan diselesaikan pemerintah desa yang kebetulan ada di tempat itu.

Setelah itu, korban memutuskan untuk pulang. Saat dirinya mendekati kendaraan, saat itulah ditengarai datang Icat dan diduga langsung melakukan penganiayaan diikuti Aldo. Karena dipukul berulang-ulang, wajah korban mengalami memar dan lecet.

Kepada polisi kedua pelaku mengakui telah menganiaya Fian, dengan alasan korban saat berbicara di bangsal pesta sangat sombong. Bahkan saat hendak pulang korban, menurut pelaku, sempat mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply